Tiada Kata Yang Paling Indah Selain Terimakasih Yatim Mandiri dan MEC

Terimakasih Yatim Mandiri dan MEC – Didi Apidin Alumni MEC Angkatan 7 Asal Indramayu Inilah perjalanan hidup. Kamu tidak akan tahu.

Demikian yang dalami pemuda satu ini. Didi Apidin namanya. Biasa dipanggil Bidin. Pemuda asal Indramayu, Jawa Barat. Lahir, 13 mei 1992. Anak ke 6 dari 9 bersaudara.

Tertarik MEC ingin lebih mandiri, memperdalam ilmu agama dan sosial. Informasi MEC dari ustadznya di Pesantren Pasuruan. Ustadz Hamin Junaidi. Beliau yang daftarin ikut tes. Beliau juga yang anterin ke kampus MEC.

Dia bercerita hal terindah yang tidak pernah lupa di MEC ketika kegiatan enterpreneur. Pengalaman pertama kali. Tidak tahu cara ngomong yang baik.

Ditantang jualan. Dari pagi sampai sore keliling sekitar Gunung Sari. Pulang bawa uang hanya 5 ribu. Pengalaman luar biasa. Berjualan itu tidak mudah.

Namun itulah awal dia menyenangi dagang. Dapat ilmu bagaimana cara memasarkan barang dengan baik. Lebih bisa mengatur uang juga.

Banyak yang didapat selama di MEC. Makin pandai dagang. Jiwa-jiwa enterpreneurship tertanam. Jadi pribadi yang tegas, tangguh dan pantang menyerah. Bisa berbicara dengan baik. Baik personal maupun di depan umum.

Karena dia ambil otomotif, jadi bisa service motor sendiri. Gak kuatir motornya tiba-tiba mati di tengah jalan. Realitanya meski jurusan otomotif kerjanya gak ada kaitan. Dari sisi rohani, alhamdulillah bacaan AL-QURANnya makin baik dan benar.
terimakasih yatim mandiri dan mec
Lulus MEC dia pulang ke pesantren Pasuruan. Kerja pertama di PT Rifa Connections. Bidang jasa travel dan investasi. Tidak lama pindah kerja ke PT Air Mancur.

Di tempatkan di area Pasuruan. Pertama kerja memang susah. Setelah dijalani akhirnya bisa dilaksanakan dengan baik. Aktifitasnya setelah kerja mengaji dan ngajar Al-Qur’an di pesantren.

Hari Minggu dia mengajar di Madrasah pondok. Penghasilan kerja buat kebutuhan sehari-hari, kirim ke ibunya dan bantu biaya pendidikan adik-adiknya.

Seiring waktu berjalan ada perubahan kebijakan di perusahaan. Akhirnya dia memutuskan resign. Kerja mandiri. Dagang produk Air Mancur, keripik setan, herbal nabati dan lain-lain.

Kemudian ibunya minta dia pulang kampung ke Indramayu. Meminta kerja yang dekat saja. Dia nurut. Kerja di PT Tosso Industry Indonesia di Cikarang.

Bagian mesin press. Saat itu bisa memenuhi kebutuhan pendidikan 3 orang adiknya. Di jalani selama 2 tahun.

Selesai kontrak dia memutuskan hijrah ke Jakarta. Bekerja menjadi kurir J&T express. Tepat kurir pickup paket. Customer/pelanggannya mencapai 6.500 paket/bulan.

terimakasih yatim mandiri dan mec

Setelah 1 tahun, karena prestasinya bagus dapat promosi jabatan ke kantor pusat J&T express. Di divisi inspeksi bagian audit cabang J&T seluruh Jakarta.

Alhamdulillah sekarang ini sudah hampir 3 tahun di J&T EXPRESS JAKARTA. Berharap suatu saat punya usaha sendiri yang terorganisasi dengan baik. Pelajaran mengelola perusahaan dia pelajari dari tempat kerja sekarang.

“Tiada kata yang paling indah. Terimakasih Yatim Mandiri dan MEC. Semoga semua dalam keadaan sehat aamiin yaa mujibassailiin,” doanya.

 

Tinggalkan komentar