Success Story – Zainul Abidin, Alumni MEC Angkatan 5 Asal Surabaya

Success Story Zainul Abidin – Setiap kita pasti punya keinginan. Tetapi sampainya keinginan itu barangkali secara fakta bisa beda. Pengalaman itu dialami Zainul Abidin. Pemuda kelahiran Surabaya, 19 Des 1991. Cita-citanya pendidikan tinggi, punya gelar dan pekerjaan yang baik.

Dia tidak pernah tahu setinggi apa pendidikannya. Gelar dari kampus mana. Pekerjaan apa. Kondisi ekonomi keluarga yang menyebabkan tidak banyak pilihan. Kenal MEC dari kakaknya yang alumni.Tahunya tentang MEC sebatas sebagai lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan bagi anak-anak yatim kurang mampu. Untuk dapat melanjutkan pendidikan dan menggapai cita-citanya.

Hidup di asrama MEC awalnya agak kaget. Karena di sana diajarkan enterpreneur. Salah satu aktifitasnya jualan. Dia sejak kecil belum pernah berjualan. Pengalaman itu yang mengasah mental menghadapi hidup. Di MEC dia menemukan banyak sekali kenangan. Punya teman-teman yang baik. Kenal para mentor yang bijaksana. Suka duka dijalani bareng.

success story zainul abidin

Di MEC juga diajarkan mengaji dengan metode tilawati. Sampai saat ini bisa dia ajarkan ke lingkungan sekitar. Lulus dari MEC dia mengambil kesempatan bekerja di Yatim Mandiri kota Batam. Kerja di luar pulau ini butuh mental kuat. Untungnya jiwa-jiwa entrepreneur tertanam. Tangguh, pantang menyerah, disiplin, jujur menjadi pegangannya.

Selama kerja di Batam dia punya kesempatan kuliah di Universitas Batam. Ambil Jurusan Teknik Sipil. Sempat down ketika melihat biaya perkuliahan ternyata berat. Namun dengan dukungan moral dan materiil dari kepala cabang Yatim Mandiri. Teman-teman zisco di Batam. Juga keluarga besarnya, menjadikannya punya tekad kuat menyelesaikan kuliah. Tanpa membebani keluarga.

Tahun 2017 dia pindah kerja sebagai pengawas lapangan. Sekarang kerjanya sebagai Supervisi Engineer di PT. Batam Structural Engineer dari tahun 2018. Sebuah perusahaan konsultan perencana kota di Batam. Di sela-sela kerja dia mengasah jiwa enterpreneurnya dengan membuka outlet pulsa.

success story zainul abidin

Sebagai komitmen dirinya ke keluarga. Dia pelan-pelan ikut kontribusi memperbaiki rumah peninggalan bapaknya. Supaya nyaman ditempati sehari-hari ibu dan adiknya. Membantu biaya perkuliahan adiknya yang sedang menempuh pendidikan S1 nya di ITS Surabaya.

Pelihara keinginan meski kadang datang dengan cara yang berbeda. Tak terbayang dapat gelar sarjana di Batam, kerja di Batam, berkeluarga dan domisili di Batam. “Manfaatkan Peluang Sebaik Mungkin, Jangan Kebanyakan Menunggu,” pesan singkatnya.

Tinggalkan komentar