Semua Berawal Dari MEC – Bersyukur dan Bangga

Semua Berawal Dari MEC – Namanya Ali Ramadhan, Alumni MEC Angkatan 11 Asal Bogor dengan segudang prestasi yang sudah di torehkan.

Berawal dari yang tidak bisa apa – apa menjadi pemuda luar biasa. Dia menjadi seperti yang sekarang karena tekad yang ada. Mari kenal lebih dekat dengan pemuda asal bogor yang mempunyai segudang prestasi.

Tahu MEC Melalui Petunjuk Allah

Masuk universitas dengan jurusan bisnis adalah harapannya. Lulus SMA tahun 2015. Namun, nasib berkata lain. Kondisi mengharuskannya bekerja.

Kerja di restoran. Karena keinginan kuat untuk belajar bisnis. Dia setiap hari berdoa. Semoga punya kesempatan kuliah bisnis dengan biaya yang tidak merepotkan.

Bertepatan Ramadhan Allah kirim petunjuk melalui seorang teman. Tiba-tiba datang mengajaknya daftar beasiswa kuliah bisnis gratis.

Wah kesempatan besar nih. Tanpa pikir panjang diapun bergegas melakukan pendaftaran ke kantor Yatim Mandiri Bogor.

Sangat disayangkan ternyata pendaftaran sudah ditutup. Tapi dengan tekad kuat dia memberanikan diri meminta bantuan teman untuk bisa bertemu kepala kantor Yantim Mandiri Bogor.

Pertemuan pun disetujui. Bertemulah dia dengan kepala kantor Yatim Mandiri Bogor. Namanya Ali. Lucunya sekenario Allah dipertemukan dengan seseorang yang namanya sama dengannya.

Pertemuan singkat sangat hangat. Setelah wawancara usai, dia diminta mengirimkan berkas-berkas persyaratan.

Beberapa hari kemudian dia dapat kabar diterima. MasyaAllah. impian untuk belajar bisnis pun tercapai.

Cerita singkat Ali Ramadhan diterima MEC. Pemuda kelahiran Bogor, 11 Januari 1997.

Asrama Kesakitan

semua berawal dari mec

Kenangan selama di asrama dapat dirangkum dengan satu kata yaitu kesakitan. Zona nyamannya diusik selama di asrama.

Bagaimana tidak, seluruh kegiatan asrama mengharuskannya menata diri. Mendisiplikan diri dalam kehidupan.

Mulai dari mengelola kegiatan harian yang produktif, mengelola waktu agar bermanfaat dan belajar secara mandiri dalam segala hal.

Metode belajar bisnis di MEC pun tidak biasa. Lebih banyak praktik dibandingkan belajar teori. Pertemuan pertama perkenalan di kelas.

Langsung diberi tugas untuk kenalan dengan 15 orang baru. Dengan syarat mendapatkan biodata diri.

Mulai dari nama, pekerjaan, berapa jumlah anak, alamat, nomor hp, bahkan sampai gaji nya harus ditanya.

Betapa ini merupakan tugas yang sangat berat karena untuk melakukannya harus memutuskan urat malu yang sangat menyakitkan.

Setiap hari tantangan baru dilakukan dan semuanya praktik belajar bisnis tanpa modal.

Dari asrama MEC dia belajar bahwa kesakitan tempaan yang dialami adalah biaya yang harus dibayar menuju kesuksesan hidupnya.

Nilai-nilai berharga bak permata dia dapatkan dari hasil pembelajaran singkat selama MEC. Setidaknya ada beberapa nilai-nilai kehidupan yang dia peroleh dari MEC:

  1. Mentalitas sebagai daya tahan banting.
    2. Akhlak mulia sebagai jalan hidup.
    3. Konsisten dalam melakukan kegiatan.
    4. Pantang menyerah dalam mencapai tujuan.
    5. Berani mencoba tanpa takut gagal.
    6. Kreatif dalam melakukan sesuatu.
    7. Menjadi pribadi bermanfaat bagi sesama.
    8. Memiliki visi hidup yang Sukses Mulia.

Lulus MEC Kehidupan Baru Pun Dimulai

semua berawal dari mec

Sebelum lulus MEC dia berkesempatan magang selama tiga bulan disebuah perusahaan besar di Jakarta yaitu Kubik Leadership.

Dari sinilah dunianya terasa lebih luas. Bertemu banyak tokoh-tokoh hebat Nasional.

Tidak mudah menjalankannya. Namun berbekal kekuatan dari hasil tempaan saat di asrama dia bisa melalui semuanya.

Pasca magang jadi freelance di Akademi Trainer sebagai tim support event. Lagi-lagi pertolongan Allah datang, sebelum kelulusan MEC dia diangkat karyawan di perusahaan Training Akademi Trainer.

Dia lulus MEC sudah berstatus menjadi karyawan di Akademi Trainer. Bekerja mulai dari nol. Sebagai staf officer.

Lingkungan kerjanya dipenuhi dengan orang-orang yang berpendidikan tinggi. Saya pun minder.

Namun bekal ilmu-ilmu dari MEC dia optimis dan percaya diri untuk melakukan setiap pekerjaan secara totalitas.

Berdampak pada prestasi kerjanya. Setiap tahun promosi jabatan. Mulai diangkat jadi Public Relation, kemudian Staff Sales, Supervisor Sales, Manager Sales & Marketing. Saat ini sebagai Executive Manager Partner.

Alhamdulillah. Kini dia bersama tiga orang teman menciptakan karya Tools Learning. Berupa Boardgame Scale of The Universe. Pelajaran tentang Worklife Integration.

“Semua perjalanan ini berawal dari MEC. Penuh suka duka. Saya bersyukur dan bangga menjadi seorang anak yatim yang mampu mandiri,” ceritanya penuh kebahagiaan.

 

Tinggalkan komentar