Pengalaman Pribadi Zainal di MEC | Peserta Didik Asal Madura

Pengalaman Pribadi Zainal di MEC- Assalamualaikum perkenalkan nama saya zainal alim saya adalah mahasiswa satu satunya ynag berasal dari madura”sedikit cerita ya tentang perasaan saya awal awal masuk ke mec yang mayoritas mereka semua memakai bahasa indonesia.

Saya pada saat itu masih terbilang anak kampung yang memang  tidak tahu caranya menggunakan bahasa indonesia bagus jadi 2 hari pertama mec saya berubah menjadi orang yang pendiam dan hampir membisu.

Setelah itu saya bertemu dengan farhan anak sunda asli di bandung jadi dia itu berbicara pakek bahasa gaul gitu entah kenapa saya juga kebawa gitu bahasa gaul ya”loe gw gua “.

Jadi di saat itu bahasa itu menjadi bahasa pokok bagi aku sendiri bahkan dari MOPD selesai  bahasa daerah ku pun sendiri menjadi asing bagiku karena jarangnya berbicara bahasa madura ya itu kan spontanitas karena memang hampir tidak orang yang faham bahasa madura.

Waktu pun cepat berputar akhirnya gelombang kedua pun datang yaitu anak desain grafis,akuntansi dan kuliner yang ternyata ada dari mereka yang bisa berbicara bahasa madura dan mereka pun  menyebarkan bahasa madura .

Mengajarkan bahasa madura justru saya yang asli madura malah berusaha menyembunyikannya tapi tunggu saya juga punya alasan kenapa saya tidak suka berbahasa madura karena takutnya mereka menyalagunakan bahasa tersebut dan benar saja ad diantara mereka yang menggunakan ke arah yang negatif yaitu seperti sumpah serapah dan semacamnya.

Pengalaman pas waktu MOPD

Pengalaman Pribadi Zainal di MEC

Kata MOPD adalah kata terdengar sangat asing bagi aku. ya maklumlah karena orang desa yang selalu pergi ke sawah tiba – tiba ada di surabaya untuk kuliah di mec.

Kketika semua membawa hal hebat dari daerah mereka masing masing saya hanya membawa kata nekad dan tekad kesini dengan mental yang penakut.

Saya pun lebih banyak diam tak bersuara jadi pengalaman saya ketika di MOPD tidak semenarik pengalaman saya lainnya.

Hanya ada satu hal yang berkesan yaitu pertama kali saya melihat orang dari bermacam macam daerah dengan kemampuan masing masing yang luar biasa dan pengalaman yang luar biasa.

Salah satunya adalah Najib nama panjangnya muhammad najibullah”anak muda dari banten yang telah lama berkutat didunia jaringan dan pendakian.

Dari cara bersikap saya bisa tahu bahwa ada juga anak muda yang memiliki pemikiran dewasa dan di tambah dengan vision yang terus ke depan.

Dialah orang yang mengajarkan bahwa segala sesuatu harus ada planing setalah itu buktikan dengan hasil yang sesuai dengan usaha kita.

Pengalaman Ketika Entrepreneur Camp

Pengalaman Pribadi Zainal di MEC

Dari awal katanya nanti akan ada yang namanya entrepeneur camp”. timbullah pertanyaan dalam diri saya. Kata entrepreneur pun masih sangat asing di telinga ku.

Maka datanglah salah satu mentor yang namanya adalah Gustiansyah yang biasa panggil ustad gusti katanya gini“nanti kamu tuh bawa produk terus kamu jualin ke beberapa tempat yang strategis seperti taman dan masjid”semua yang dikatakan ustad gusti itu cuma dampak positif dari entrepeneur.

Kami pun bersemangat. Pada saat itu saya bersama dengan tim Ari, Agung sangat bersemangat namun pada akhirnya kami merasa kesusahan karena memang baru pertama kalinya dan berada dilingkungan yang baru.

Kami berusaha mendapatkan suplier barang agar kami bisa bantu jual barangnya tapi bak kata pepatah bahwa gajah di depan mata tidak terlihat tapi semut di ujung timur keliatan.

Kami mencari supplier sampai ke sepanjang eh ternyata di depan mec juga ada yang namanya bu khusnia ia lah penjual kerupuk yang menjadi langganan Mahasiswa MEC dari tahun tahun sebelumnya.

Selain ibu khusnia saya juga menemukan suplier yang sudah saya anggap ibu yaitu ibu rini seorang ibu penjual kue.

Terkadang kami juga mampir ke rumah ibu sekedar untuk berbicara dan mengobrol dan juga sedikit saran.

Ada cerita menarik kawan ketika kami entrepeneur camp kami bertemu dengan seorang pemuda dan pemudi kristen mereka pun bertanya pada kami katanya“apa kamu enggak merasa malu berjualan seperti ini”aku pun menjawab “kenapa kami harus malu berjualan selagi iman masih ada dan kami tidak melanggar perintah agama kami justru  merasa bangga kami sudah tidak pernah lagi meminta bahkan kami juga bisa memberi bukan lagi meminta itu ujar kami” lalu pemuda kristen tadi berkata aminnn

Pengalaman Masuk Sebagai Kandidat Calon Ketua BEM

Pengalaman Pribadi Zainal di MEC

Di semester pertama saya memang tidak begitu fokus ke organisasi dan lebih ke akademik siapa sangka karena paksaan anak-anak saya menjadi calon kandidat ketua bem(saya aja awalnya gak tahu BEM itu apa ).

Disitulah saya menjadi anggota BEM MEC dan betul mempelajari apa itu organisasi dan bagaimana bisa menjalin hubungan anggota lainya.

Namun menjadi seorang pemimpin tidak mudah seperti yang saya bayangkan karena diharuskan untuk menjadi panutan bagi orang lain di samping itu bagaimana caranya membagi antara akademik,asrama,entrepeneur dan tugas sebagai (bem).

Awal mulanya saya memang merasa kesulitan untuk menjalankan tugas sebagai bendahara BEM maka dari itu saya meminta bantuan dari sulton  yaitu bendahara bem semester pertama dan alhamdulillah lambat laun saya mulai terbiasa dengan tugas saya ini.

Pengalaman Saya Ikut Outbound Keren

Bagi orang desa seperti saya lagi – lagi kata outbound menjadi kata yang sangat asing bagi pemuda desa yang ingin mengukir mimpi di kota yang besar.

Tempatnya yaitu di malang,coban rondo kami mengikuti kegiatan outbound dengan motto hidup bahwa hidup ini penuh dengan ketidakpastian.

Tiga hari dua malam kita berada di coban rondo dengan sebuah prinsip bahwa nanti ataupun besok masih belum tahu apa yang sedang terjadi itulah yang si sebut dengan ketidakpastian hidup.

Bagaimana cara kita mengikuti acara yang panitianya saja gak tahu besok belum tahu ngapain bisa kalian bayangkan hidup di hutan apalagi di malang yang hawanya sangat dingin bahkan karena dinginnya saya dan beberapa teman saya tidak mandi hingga tiga hari dua malam waww bisa di bayangin gak bahwa manusia enggak mandi dua hari.

Pengalaman yang paling menarik adalah ketika kita menajalani sesi merenung di malam hari cuma berbekal lilin dan sleping bag dan juga matras dan juga di temani jangkrik dan hewan semacamnya.

Jadi inilah beberapa pengalaman/kisahku ketika ada di mec mulai dari awal hingga menjalani hidup di mec hingga menjalani kegiatan yang ada di mec.

Jadi sedikit kata kata bahwa yang namanya hidup harus kita jalani dan terkadang hidup yang tidak diinginkan tetap harus kita jalani jadi jangan lupa di iktiar.

Sekian dari saya semoga pengalaman ini menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain terlebih untuk diri saya sendiri.

Satu pemikiran pada “Pengalaman Pribadi Zainal di MEC | Peserta Didik Asal Madura”

Tinggalkan komentar