Pengalaman Pribadi Rida Di MEC | Peserta Didik Asal Lumajang

Pengalaman Pribadi Rida Di Mec – Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Hallooo, perkenalkan nama saya Khoridatul Fauziah, biasa dipanggil Rida.

Saya bersal dari Kabupaten Lumajang, tau nggak ? Lumajang terkenal dengan kota apa ? Yaps, benar. Lumajang terkenal dengan pisangnya, sehingga banyak orang yang menyebutnya Lumajang dengan Kota Pisang.

Disini saya akan menceritakan pengalaman saya selama berada di MEC. Kampus tercinta sepanjang masa. Mungkin sebagian orang belum mengerti apa itu MEC.

LKP MEC merupakan Lembaga Kursus dan Pelatihan Mandiri Enterepreneur Center yang berada di bawah naungan Yayasan Yatim Mandiri.

For Your Information, LKP MEC ini memiliki 3 kampus loh. Yang pertama, berada di Surabaya, yaitu yang saya tempati ini. Kedua, berada di Kota Semarang, dan yang ketiga berda di Sragen.

Dan pelu anda ketahui juga. MEC memiliki 7 prodi yang sangat diminati banyak peserta didik yang akan mendaftar.

  1. Akutansi dan Administrasi Perkantoran
  2. Teknologi Informasi
  3. Desain Grafis
  4. Kuliner
  5. Otomotif
  6. Managemen Zakat
  7. Agroekoteknologi

Pilihan saya dari awal memang memilih desain grafis, kenapa saya memilihnya?. Saya menganggap bahwa saya yakin, saya mampu menjalani kuliah dengan prodi desain grafis.

Sejak SMP saya sudah terbiasa menggunakan komputer, yahh walaupun itu hanya basicnya saja. Ditambah lagi, sewaktu SMA saya sudah belajar tentang Software untuk mendesain yaitu CorelDraw, yaps lagi – lagi hanya dasarnya saja.

Mungkin itu yang membuat saya maju untuk memilih prodi Desain Grafis. Berkat ridho Allah dan ridho ibu akhirnya saya terpilih menjadi peserta didik di MEC ini.

Dan, singkatnya saya mendapat kesempatan untuk menimba ilmu di Surabaya yang berada di Jalan Raya Jambangan No. 70 Jambangan Surabaya.

Syukur alhamdulillah dapat ilmu baru, teman baru, dan juga pengalaman baru yang lebih seru tentunya !. Skip, simak yaaa cerita pengalaman saya \(^_^)/

Pengalaman Saat MOPD

Pengalaman Pribadi Rida Di MEC

Kesan dari saya saat sudah berada di kampus saat pertama kali yaitu, senang bisa ke Kota Surabaya lagi. Saya berangkat dari rumah pada tanggal 14 Juli 2019 malam sekitar pukul 22.00. Sampai di Kampus MEC lebih kurang pukul 02.00 dini hari.

Pada hari senin, tanggal 15 Juli 2019 saatnya check in, disitu saya dan teman – teman yang baru yaitu angkatan 15 melakukan pemeriksaan barang bawaan dari rumah. Selama masa MOPD kami menjalankan MOPD ini selama seminggu, dan seminggunya lagi kami melakukan Entrepreneur Challenge.

2 minggu yang sangat menguras tenaga, pikiran, serta emosi, kami diajarkan banyak hal untuk membangun mental selama kami di MEC ini.

Dimulai dari pukul 7 pagi sampi dengan pukul 10 malam. Sempat merasa jenuh dengan keadaan, akan tetapi ingat akan perjuangan saat mendaftar, ingat akan ibu yang ada di rumah, ingat akan mimpi – mimpiku yang akan saya wujudkan, ingat bagaimana susahnya mendapatkan kesempatan yang sangat berharga ini.

Tidak semua orang mampu melakukan hal yang saat ini saya lakukan.

Pengalaman yang tak terlupakan, pada saat kami melakukan entrepereneur pertama kali, yaitu entrepreneur challenge.

Yaitu, dimana kami melakukan komunikasi, yang membuahkan kesepakatan, dan berujung pada penjualan. Entrepreneur bukan semata-mata hanya berjualan krupuk.

Tidak, itu salah besar. Kami melakukan kegiatan tersebut guna mengembangkan skill komunikasi kami. Disamping itu kami memiliki banyak relasi.

Meskipun kulit menjadi agak coklat ya, karena surabaya panas kami terus berjuang sampai mendapatkan apa yang sudah menjadi ketentuan.

Setelah dua minggu berlalu, saat pertama kali bagi hp, ada yang aneh dari saya. Hp terasa asing bagi saya, akan tetapi kesempatan emas tersebut saya gunakan untuk menghubungi ibuk tercinta di rumah.

Saya menjelaskan, bahwa saya disini itu sudah enak, makan tinggal makan nggak harus masak ribet urusannya. Kutumpakan segala kerinduan saya pada ibu.

Saya memohon restu kepada beliau untuk dikuatkan segalanya sampai akhir masa pendidikan di MEC ini.

Hari senin, hari dimana kami dikumpulkan di Aula untuk sesi perkenalan.

Saya sangat antusias sekali saat Ibu Ita menyebutkan Instruktur Desain Grafis, saya dikejutkan dengan dosen yang MasyaAllah baiknya.

Ya, itulah Pak Sabar. Hanya beliaulah yang mewakili untuk hadir saat pertama kali  bertemu.

Pengalaman Saat di Asrama

Pengalaman Pribadi Rida Di MEC

Kegiatan asrama yang bagi saya fine saja, tidak ada kendala bagi saya hanya saja saya sendiri yang kadang sering lupa murojaah.

Akan tetapi kenapa saya menomor 2 kan, memang semua program di MEC ini tidak boleh ada yang dinomor duakan.

Asrama. Kata pertama yang saya ucapkan pertama kali bahwa di MEC ini ada asrama adalah wow. Keren memang, patut diacungi jempol.

Pengalaman hidup pertama kali saya yaitu hidup dengan banyak orang, yang dimana orang –orang tersebut berbeda dengan kita.

Kami semua berdeda ras, suku, dan berdeda pendapat tentunya.

Angkatan 15 banyak yang berasal dari Jawa dan tak kalah juga yang dari Luar Pulau Jawa, misalnya dari Pulau Batam, Medan, Riau, Palembang, Makassar, Maros dan yang lainnya.

Dari yang awalnya belum bisa melantunkan ayat suci Al Quran dengan nada, sekarang alhamdulillah saya PD dengan suara saya sendiri melantunkan dengan nada baik Rost maupun Nahawand.

InsyaAllah, jika Allah meRidhoi setelah selesai masa pendidikan saya di MEC ini meneruskan memperdalam belajar Al Quran lagi.

Banyak hal yang saya dapatkan dari kehidupan asrama ini, misal nih yaa, dulu saat masih semester 1, kami Akhwat maupun ikhwan, tiap seminggu sekali mengadakan masak yang digilir tiap minggu untuk pergantain kamar siapa yang memasak.

Untuk saat ini, saat semester 2 ini kami disibukkan dengan pengumpulan tugas dari dosen-dosen, agar bisa cepat selesai dan tidak memiliki tanggungan lagi.

Banyak acara yang diadakan oleh teman – teman untuk memeriahkan hari – hari besar nasional. Misal nih ya acara 17 agustus, Ied Adha, dan lain sebagainya.

Oh iya hampir lupa, belum saya ceritakan tentang bagaimana kami dikamar. Pembagian kamar pertama kali sudah ditentukan oleh pihak MEC.

Kami juga didampingi oleh mentor –mentor yang masyaAllah sholehah dan cantik – cantik. Saat pertama kali saya berada di kamar “Khodijah 2” dan dimentori oleh Mbak Givany, influencernya MEC nih, silahkan cek saja YouTubenya Sharing Is Caring.

Mbak Giv ini terkenal dengan suaranya yang khas, merdu. Motivasi yang diberikan beliau sangat menusuk relung jiwa. Saat melantunkan ayat suci Al Quran pun juga sama.

Dulu saat saya dites atau diwawancarai di Jember, saat membaca Al Quran saya sempat menitikkan air mata, saya terharu, kagum, bangga mendengarkan suara beliau.

Saya bertekad ingin belajar Al Quran lebih dalam lagi. Dan Syukur Alhamdulillah saya sudah diberi kesempatan.

Dan, pada saat semester 2 ini kami dikejutkan dengan pembagian kamar lagi. Pembagian kamar ini ditentukan dari pembagian kelompok saat kami melakukan outbound yang diadakan di Coban Rondo, Batu, Malang.

Setelah kami melakukan kegiatan silaturahim ke kampung halaman. Banyak kisah – kisah seru yang dapat diambil hikmahnya.

Rihlah yang kami lakukan dari kota yang cuacanya panas menuju kota yang cuacanya yang masyaAllah dingin banget.

L Ada perasaan sedih, ada juga perasaan senang J. Kami melakukan kegiatan Adventure and Based Learning Program atau dikenal dengan outbond selama 3 hari.

Dan inilah teman tidurku selama ini, sampai kami selesai masa pendidikan.

Hadiah pertama kali dalam perlombaan dari acara yang diadain panitia untuk kamar yang pertama kali dibentuk secara tak terduga. Heheh J will be miss you gengs.

Teman – temanku ini lucu, seru, unik, kadang juga buat saya jengkel. Saya tidak bisa mengungkapkan lebih dalam lagi bagaimana nantinya jika kita benar – benar berpisah, dan untuk berkumpul kembali pasti membutuhkan waktu yang tidak sedikit.

Oh iya, Untuk yang memakai jilbab warna coklat yang ada ditengah itu, beliau adalah mentorku yang sekarang. J ehehe, comel nggak ?.

Pastinya dong, dengan penuh kesabaran mendampingi kami, membangunkan kami ketika hafalan pagi, maafkan kami ya mbak yang kadang tidak nurut sama Mbak Imanda Cahya Purnamasandi.

Semangat terus untuk kuliahnya!. Awalnya sih saat perpindahan kamar itu perlu adanya adaptasi diri terhadap lingkungan.

Shock dong, yang awalnya dari kamar yang paling gede sendiri seasrama, kipasnya yang paling kencang. MasyAallah nikmat sekali, eh tiba – tiba dipindah ke kamar “Aisyah”.

Dulu kamar Aisyah itu dihuni tikus, sampai – sampai teman saya sudah biasa digigit tikus katanya. Ya, saya ragu sedikit sih.

Siapa yang menjamin kalau tidur aman – aman saja. Sebenarnya risih sih, tapi Alhamdulillah sekarang saya sudah nyaman.

Semoga apa yang menjadikan nama baik kamar Aisyah tidak terulang lagi. Ehehhe. Hanya karena seekor hewan yang sangat aku benci.

Pengalaman Saat Entrepreneur

pengalaman pribadi rida di mec

Seperti yang sudah saya tulis diatas tadi, setelah mengikuti kegiatan entrepreneur challenge selama seminggu banyak perubahan yang saya alami, yaitu pertama yang sangat menonjol dari saya yaitu kulit, yaaa kulit saya menjadi lebih eksotik sedikit, yaa meskipun aslinya emang coklat sih hehhee.

Dan yang kedua, dari yang awalnya belum punya uang dan masih minta ke ibu, sekarang bisa menghasilkan uang sendiri dari berjualan yang kami lakukan setiap minggu.

Hasil dari kami melakukan kegiatan tersebut ditabungkan kepada bendahara BEM dan yang nantinya akan disetorkan kepada bagian keuangan MEC.

Hasil kerja keras kita selama seminggu sekali itu tidak boleh diambil kecuali ada keperluan yang sangat – sangat penting, dan juga boleh diambil saat perpulangan atau silaturahin sebelum melakukan outbond.

Fungsinya kita melakukan tersebut guna untuk memenuhi kebutuhan hidup saat nanti kita sudah selesai masa pendidikan, banyak sebagian teman – teman yang memilih jalur menjadi karyawan daripada menjadi wirausaha.

Pengalaman Saat Di Akademik

Pengalaman Pribadi Rida Di MEC

Desain Grafis bukan hanya asal desain saja akan tetapi kulitas desain, mindset  kita dalam mendesain yang sangat penting. Itulah sepenggal kalimat yang saya pegang.

Ya, saya akui saya memang Newbie, saya masih pemula dalam hal desain. Saya berusaha semampu saya, saya tidak akan menyerah begitu saja.

Dari yang awalnya tidak tahu bagaiamana mendesain secara baik dan benar sekarang saya tahu. Banyak sekali pengalaman yang saya dapatkan dari kelas tercinta ini, dimulai dari teman maupun dari dosen.

Dosen yang ada di kampus MEC ini hebat – hebat, dan tidak diragukan lagi kualitasnya. Sudah mumpuni dibidangnya.

Pak Anwari Abdullah selaku Pembimbing prodi Desain Grafis, beliau sosok yang sangat kami hormati, yang kami banggakan, dan patut diacungi jempol.

Beliau telah mendidik kami dengan penuh keuletannya. Tagline dari beliau adalah “Master Of Passion”.

Kuliah mindset, itulah yang kami lakukan setiap pagi hari sebelum kami mendesain, dan bertijuan untuk memotivasi kami agar tetap memi. Ehehhe J Terimakasih Pak atas semua ilmunya yang telah diberikan kepada kami.

Kemudian ada Bapak Sabar, yang diawal sudah saya sebutkan. Banyak pengalaman yang sudah dibagikan kepada kami dan itulah yang membuka membuat wawasan kami terbuka lebar.pengalaman pribadi rida di mec

Kenalin ini teman – teman saya, teman perjuangan saya, teman keluh kesah saya.

Dari sisi kiri kenalin ada Ikhwan dengan tampang PDnya Rendy Galang Wijaya dari Batam, dia itu jago loh dalam manipulasi foto, ada aja kejahilannya dia saat waktu luang mengedit foto teman – teman yang lain itu.

Kemudian nomor 2 dari kiri ada Bagus Prastio dari Medan, ikhwan yang satu ini jago desain,buktinya banyak tuh yang sering order ke dia. Dan tak kalah keren desainnya.

Lanjutt, nomer 3 ada Achmad Saicul Firdaus dari Kediri. Dia itu kalem dan makhluk ter-santuy dikelas. FYI, dari sebagian besar anak Desain Grafis itu Multi Talent loh!. Misal ya Saicul ini dia itu meskipun pendiem, jarang ngomong dikelas tapi punya suara yang khas, merdu juga suaranya.

Kemudian, ada Okky Setya Kurniawan dari Ngawi. Dia itu terkenal dengan gaya yang cool, jago BeatBox. Artisnya anak Desain Grafis, ya bisa dibilang begitulah. Hmmmm ada – ada saja ya temen – temen itu. Dia itu menjabat jadi ketua kelas saat ini.

Dan, selanjutnya ada pak BEM (semester 1 dulu) yaitu Muhammad Dony Triwidodo dari Probolinggo. Dikenal dengan gaya ala santrinya.

Terakhir nih, ikhwan yang terkenal dengan gaya yang cool yaitu Rachmad Zikrie dari Batam. Dia itu slow but certainly, sebenarnya ya dia itu nggak se-nyantuy yang dibanyangin kok. Jago desain. Bisa dikatakan bapak dikelas dialah yang paling bisa mengayomi teman – teman dikelas.

Selanjutnya nih ya ada teman – teman akhwat dari Desain  Garafis. Dari  sisi kiri, ada saya sendiri. J kemudian ada Farah Arita Anggraeni asal dari Kepanjen, Malang. Artisnya Desain Grafis  versi Akhwat nih. Pinter, jago desain juga.

Kemudian ada Fatma Hikmawati dari Malang, Cantik, jago desain juga. Rasanya kalau tidak ada dia kayak garing gitu. Ehhe

Terus selanjutnya, ada Ani Mufidah dari Probolinggo, akhwat satu ini ya ternyata jago BeatBox juga lohhh. Cocok juga sih ya, dia itu tomboy anaknya.

Kemudian no. 5 dari sisi kiri ada Faridatul Illmiyah asal Gresik. Dia itu anaknya pintar, jago public speaking. Suaranya masyaallah merdu sekali.

Lanjut ada Cut Aja Fakhitah Istabroqin asal Depok dibawahnya Fatma. Dia itu Hafidzah 30 Juz. MasyaAllah. Cantik, sholehah, pinter.

Kemudian disampinya lagi ada Nicky wahyuning Pertiwi asal Malang. Dia lulusan SMK Keperawatan, jogo desain juga. Pinter nyanyi.

Satu pemikiran pada “Pengalaman Pribadi Rida Di MEC | Peserta Didik Asal Lumajang”

Tinggalkan komentar