Perubahan Yang Besar

Pengalaman Pribadi – Semua orang tentunya mempunyai yang namanaya pengalaman, baik pengalaman baik maupun pengalaman yang buruk.

Semua kisah tentunya terjadi saat kita membuat kisah tersebut. Ada kalanya kejadian harus kita jadikan sebagai pengalaman atau pembelajaran untuk kebaikan kedepanya.

Sama halnya dengan Mahasiswa – mahasiswi Mandiri Entrepreneur Center yang 8 bulan berada dalam lingkungan kampus dengan teman baru.

Namun apa saja sih pengalaman  yang di dapat teman – teman di Mandiri Entrepreneur Center? Yuk simak berikut ini.

Mengenal Mahasiswa Asal Batam

pengalaman pribadi dzikri di mec

Assalamu’alaikum wr. Wb.

Kenalkan nama saya Rachmad Zikrie, biasa di panggil zikrie, tapi di MEC dipanggil “ahong”.

Asal saya dari Kota Batam Kepulauan riau, tapi saya aslinya dari Padang, cuman keluarga pergi merantau ke Kota Batam.

Kalian pasti tau kan apa yang pertama kali terpikirkan kalo dengar nama “Kota Batam”? ya pasti tentang barang elektronik nya yang murah, hahaha. Oiyaaa sebelum itu pasti ada yang bertanya apa itu “MEC”?

Jadi MEC adalah singkatan dari merupakan salah satu program FULL BEASISWA dari LAZNAS Yatim Mandiri yang memberikan pendidikan dan pelatihan siap kerja dan wirausaha untuk Anak Yatim dan Dhuafa lulusan SMA/SMK Se-derajat.

MEC bertujuan untuk memberikan keterampilan atau skill agar peserta didik mampu bersaing di dunia kerja dan mandiri secara finansial.maupun ibadahnya.

Untuk mewujudkan kemandirian mereka MEC melakukan pendampingan intensif berupa pelatihan, training, dan magang serta di bekali dengan entrepreneurship sehingga mereka mampu menjadi pribadi yang mandiri.

Jadi saya akan menceritakan pengalaman yang luar biasa saya dapatkan selama di MEC, yang menjadi perbandingan besar antara sebelum dan sesudah saya masuk di MEC ini.

Tanggal 15 juli saya dan teman saya Rendy Galang yang sama-sama dari kota batam berangkat ke Surabaya, kami meninggalkan teman dan keluarga yang ada di Batam untuk dapat kesini, ya bagi kami sangat beruntung bisa dapat beasiswa dari Yatim Mandiri sehingga kami dapat melanjutkan pendidikan kami dan itu semua Full Beasiswa.

Kami berangkat dari Bandara Hang Nadim kota Batam menuju Bandara Juanda Surabaya selama kurang lebih 3 Jam perjalanan Udara.

Sesampai nya di Surabaya, wuahhh jujur saya merinding, saya kepikiran walau udah dari awal memantapkan diri untuk berangkat ke Surabaya , namun setiba nya disini saya awalnya merasa takut, saya tidak pernah sebelumnya jauh dari orang tua, tapi sekarang sudah sangat jauh dari orang tua.

Kami bergegas langsung menuju Kampus Mandiri Entrepreneur Center, jujur pertama kali saya mengira yang namanya kampus yah bakal wah gitu, ternyata sesampai nya disini yah memang rasa nya ga sesuai harapan, tapi kita harus terima apa adanya yakan.

Masa Orientasi Peserta Didik

pengalaman pribadi dzikri di mec

Saat pertama kali di MEC kami di arahkan ke dalam ruangan untuk check up barang – barang yang kami bawa, jika ada yang tidak sesuai aturan awal barang itu akan disimpan sementara sampai masa pendidikan berakhir.

Setelah selesai check up kami langsung diarahkan ke ruang asrama ikhwan, wah saya deg-deg an gimana gitu dipertemukan dengan teman – teman yang berbagai karakter dan pribadi yang berbeda, yang asalnya hampir dari seluruh kota di indonesia, untuk pertama saya takut melihat mereka, karena kelihatan sangar , tapi ternyata orang nya semua sangat ramah.

Setelah sambil menunggu semua peserta datang kami pun sudah mulai akrab berbincang – bincang satu sama lain untuk lebih mengakrabkan diri.

Besok nya acara yang pertama pun dimulai yaitu MOPD dimana kami diberikan penjelasan tentang apa itu Mandiri Entrepreneur Center, Yatim Mandiri bagaimana asal mulanya , dan perkenalan dengan staff manajemen nya.

Selama satu minggu kami melaksanakan MOPD untuk lebih mengakrabkan diri kepada semua orang yang ada di MEC disana kami juga Having Fun gitu , dibagi menjadi beberapa kelompok untuk bermain mengasah kerja sama tim.

Setelah satu minggu MOPD indoor , diminggu kedua kami dibagi menjadi beberapa kelompok lagi , tapi kali ini sesuai dengan Program Studi Masing – masing , yaitu kami melakukan ENTREPRENEUR CAMP.

Nah program ini adalah salah satu point penting yang ada pada MEC , dimana kita mahasiswa MEC dilatih mentalnya untuk bisa dapat berinteraksi langsung dengan orang – orang baru, yaitu kami harus mencari produsen dan bernegosiasi dengan para produsen.

Entah itu makanan, produk, atau barang lainnya yang dapat kami jualkan.

Sehingga selama seminggu kami melaksanakan kegiatan Entrepreneur Champ ini berjualan mengelilingi Daerah Jambangan – Surabaya.

Ya alhamdulillah selama seminggu itu kami betul – betul memantapkan diri untuk jualan keliling, walaupun yah awalnya malu yaaahh , karena sebelumnya tidak pernah melakukan hal seperti ini.

Dari kegiatan ini pun akhirnya kami jadi memiliki banyak kenalan ibu / bapak produsen produk.

Pengalaman yang didapatkan sama Entrepreneur Camp ini sangat banyak, merasakan kena marah pembeli, di tanyai tapi ga beli, bahkan di katai sama ibu – ibu “Kok Ganteng – Ganteng Jualan Krupuk gitu” ahahaha,, kan jadi malu gitu dibilang ganteng.

Yang saya masih keingat sampai sekarang itu, disaat pertama kali jualan, yahkan Surabaya ini di Daerah Jawa, sedangkan saya tidak paham awalnya bahasa Jawa, sampai ada beberapa pembeli yang marah yaa karena saya gapaham bahasa jawa awalnya jadi gatau pembeli nya mau apa, tapi ada juga yang ketawa – ketawa sambil ngomong pakai bahasa jawa, ya saya ikut ketawa aja haahhaha.

Keasramaan

pengalaman pribadi dzikri di mec

Setelah selesai dari MOPD , akhirnya kami dipindahkan ke asrama atas, yang tempatnya dilantai 2 kantor Pusat Yatim Mandiri.

Kami disana dibagi menjadi 4 kamar, yaitu Kamar Abu Bakar, Utsman Bin Affan, Ali bin Abi thalib, Umar bin Khattab. Saya berada di kamar Abu bakar yang di Mentori oleh Mas Roqib yang sangat Kece dan Loss Gak Rewel.

Di kamar ini saya merasa sangat nyaman, karena teman – teman sekamar saya orang nya juga pada Loss semua, ada masalah ya kita selesain bersama, usaha bersama, satu orang sedih ya semua sedih, satu bahagia semua bahagia.

Kamar yang bisa dibilang paling santai, karena hampir tidak ada perdebatan atau permusuhan terjadi kamar ini, semua nya yang sanskuyy ajaa gitu, saling berbagi, saling bercerita, semua nya kami lakukan bersama selama di Asrama.

Disini juga ada Kepala Asrama nya yang sangat luar biasa dan baik, yaitu Ust. Hamim, yang selalu ada buat kami santri nya, mengajari kami, membimbing kami, menegur kami jika salah, menjadi tempat yang pas jika kita merasa ada keluh kesal di dalam hati.

Beliau pasti akan membantu kita, sesulit apapun keadaan selama masih bisa , maka Beliau pasti akan memberikan yang terbaik buat kita.

Saya sangat berterima kasih kepada Ust. Hamim karena sudah mengajari saya dan membimbing saya sehingga saya bisa mengetahui lebih banyak tentang keagamaan yang mungkin jika saya tidak ada di asrama ini , saya tidak akan berkembang.

Tapi saat pertama kali mengikuti program keasramaan saya merasa agak kesulitan mengikuti nya, karena disini kita harus mengaji, hafalan Juz Amma , beribadah tepat waktu dan hidup mandiri , karena sebelumnya saya belum pernah untuk melakukan hal seperti itu disini, hingga pada awalnya saya sangat kurang dalam bidang ke asramaan.

Namun seiring berjalan nya waktu, Alhamdulillah hal-hal dapat saya lalui hingga sekarang ini, sehingga banyak perubahan yang saya dapat kan di Keasramaan ini yang belum tentu bisa saya dapatkan jika saya tidak pergi berangkat ke MEC ini.

Walaupun tidak bisa menjadi yang betul betul ahli dalam hal ini, setidaknya perkembangan nya sangat terasa bagi saya , dimana saya banyak mengetahui lebih dalam tentang agama disini.

Dan pengalaman yang saya paling teringat itu adalah, disaat dimana kami satu asrama , berjalan mengunjungi Masjid Sunan Ampel yang letaknya kurang lebih 13 km dari jambangan atau kampus MEC, kami berangkat dari jam 7 pagi hingga sampai Masjid Sunan Ampel jam 11.

Perjalanan yang cukup panjang, tapi itu tidak terasa karena perjalanan yang dilakukan secara antusias dan semangat, apalagi di setiap perjalanan kami banyak menjumpai monumen atau peninggalan sejarah

Yya karena Surabaya ini sangat terkenal waktu jaman peperangan yah, kami juga melewati Hotel Majapahit , dimana tempat itu adalah tragedi disaat perobekan bendera.

Dan masih banyak tempat bersejarah lainnya yang kami singgah sepanjang perjalanan dari Kampus hingga Masjid Sunan Ampel.

Akademik

pengalaman pribadi dzikri di mec

Di MEC Saya mengambil Jurusan Design Grafis, sebenarnya kalau menurut memang sudah tidak asing lagi, awalnya saya merasa percaya diri karena saya waktu SMK berada dijurusan Multimedia, saya berpikir tidak akan jauh beda dari apa yang saya pelajari di SMK dulu.

Ternyata semua itu salah, pemikiran saya yang membuat saya terhambat itu semua nya tidak terlalu berguna , karena apa? Karena di Design Grafis saya bertemu dengan teman – teman yang ternyata mereka memiliki keahlian yang lebih dari saya, dan juga terutama Dosen – Dosen nya yang sangat Luar biasa.

Pak Anwari yang sangat sangat luar biasa bagi saya, semua yang menurut saya awalnya sudah bagus ternyata dibongkar habis – habisan oleh Pak Anwari.

Beliau memang lah dosen yang sangat hebat bagi saya, setelah berjumpa dengan beliau pemikiran saya yang awalnya tak karuan betul betul di putar balikkan oleh beliau, setiap ucapannya sangat kena terhadap saya, walau terkadang saya yang tidak mengikutinya.

Pengubahan mind set yang Pak Anwari lakukan pada kami membuat mental kami awalnya betul – betul DOWN, sehingga merasa Pak Anwari ini seperti Guru Killer, namun seiring berjalan waktu saya berpikir bahwa yang Pak Anwari lakukan dan katakan pada kami itu semua untuk kebaikan kami semua.

Beliau Menghancurkan Mental kami yang lama yang soak itu, untuk membangun Mental Baja yang baru sehingga kami bisa tahan terhadap tekanan apapun , sungguh luar biasa, Dosen seperti Pak Anwari mungkin termasuk langka yah di dunia ini, karena ga semua Dosen bakal seakrab dengan murid dan membimbing murid dengan sebenar-benarnya.

Beliau tidak hanya memberi tugas dan sekedar mengajari tok.

Tapi betul – betul memahami setiap kelemahan dan kekurangan muridnya , apa yang salah dari kami ia tau betul sehingga kami pun betul – betul terkontrol oleh Pak Anwari sehingga yang namanya perkembangan atau perubahan besar itu bukan hanya sekedar omongan , tapi memang sesuatu yang nyata.

Yang kedua Pak Sabar, Dosen yang sangat Santai dengan muridnya, dosen yang tidak kalah luar biasa, karena walaupun masih terbilang muda, namun pengalaman nya sudah sungguh luar biasa.

Beliau adalah Dosen yang serba bisa apalagi terkait dengan hubungan IT atau teknologi.

Namun di MEC Pak Sabar lebih fokus untuk mengajarkan kepada kami tentang Percetakan, disini kami banyak belajar ilmu yang sangat bermanfaat, yang mungkin dulu nya kita berpikir Percetakan itu hal yang susah di Pelajari namun setelah bertemu Pak Sabar.

Akhirnya kami tau banyak hal tentang percetakan , seperti Praktek Press Mug, Sablon Baju, Bikin Kalender, Cutting Stiker, Cutting Polyflex, dsb. Kami belajar banyak tentang operasional dari Design grafis, sehingga walau setelah lulus dari MEC kita juga bisa membuka usaha Percetakan sendiri karena sudah banyak juga yang kami pelajari tentang percetakan.

Saya sangat suka sharing dengan Pak Sabar, terutama tentang teknologi komputer, beliau memiliki banyak informasi dan pengalaman, sehingga apa yang saya bingungkan pasti bisa diberi penjelasan nya.

Yang ketiga ada Pak Arofat, Dosen yang sangat cool, di MEC banyak akhwat yang suka sama Pak Arofat karena ketampanannya, saya merasa tersaingi.

Beliau dosen yang lebih mengajarkan kami untuk lebih kreatif lagi di design, terutama di software design kita harus bisa tau shortcut – shortcut supaya kerja kita tu lebih cepat.

Pak Arofat seorang designer yang luar biasa , sugguh banyak mungkin ide – ide kreatif untuk design dalam pikirannya, sehingga kami banyak mempelajari teknik – teknik design yang sangat membantu kamu untuk berkembang lebih.

Tapi belajar bersama Pak Arofat kami lebih fokus kepada Design Photoshop karena kita mengejar Sertifikasi CLCP DESIGN GRAFIS tingkat nasional, keren bukan, MEC sangat luar biasa bisa memiliki Dosen seperti Pak Arofat.

Karena Pak Arofat juga salah satu Designer Professional yang ada di Indonesia ini.

Di Akademik, saya juga mengikuti kegiatan BEM , sebagai sekretaris ketua.

Disini saya juga banyak mempelajari banyak hal, apalagi tentang kegiatan – kegiatan, bagaimana mengatur jalannya kegiatan , dsb.

Yang saya senangi menjadi bagian inti dari BEM ini adalah, saya menjadi lebih aktif bergerak, karena banyak program yang kami jalankan, didalam akademik maupun diluar akademik.

Yang paling enak bagi saya adalah saat program yang berinteraksi dengan masyarakat, seperti Program Safari Dongeng yang bekerja sama dengan Yatim Mandiri Cab. Surabaya, dan juga program Jum’at Berkah yang diadakan oleh kampus MEC dimana setiap jum’at kita akan berbagi kepada sesama.

Entrepreneur

pengalaman pribadi dzikri di mec

Kegiatan entrepreneur , sama seperti saat mopd, namun entrepreneur ini kami lakukan setiap sabtu dan ahad, dimana kami selalu melatih mental kami, melatih Komunikasi kami, melatih cara negosiasi kami, dan terutama melatih bagaimana menempatkan diri kita pada masyarakat itu bagaimana, sehingga karena sudah terbiasa pun , kedepannya kita tidak akan merasa kebingungan, karena kegiatan entrepreneur ini kita sudah betul melatih diri kita.

Dan juga entrepreneur ini berguna untuk kita menghasilkan uang yang akan menjadi tabungan kita , sehingga kita lulus dari MEC ini bukan hanya membawa ilmu namun juga bawa uang.

Tapi uang itu bukan untuk hura-hura, melainkan untuk pegangan kita setelah lepas pendidikan.

Karena kita kan sudah berada di kota orang, tinggal pun jauh dari keluarga, kalau kita tidak ada pegangan uang sama sekali, kita mau tinggal dimana, tidak selamanya kita boleh tinggal di asrama MEC, karena setelah kita lulus akan ada angkatan baru yang akan menempati asrama itu.

Yang terenak saat kegiatan Entrepreneur ini adalah selain kita mencari uang dan mencari kenalan – kenalan baru , kita juga bisa untuk berkeliling , refreshing untuk melihat hal – hal baru yang pernah kita lihat di kota asal kita.

Apalagi kalau ya namanya kita anggap jalan – jalan yah , sejauh apapun kadang tidak terasa capek, bahkan sampai tasadar bahwa kita sudah berjalan kaki berkilo-kilo.

Banyak hal yang telah saya lalui bersama teman – teman dan manajemen selama di Mandiri Entrepreneur Center, Ilmu baru, Pengetahuan, Kenalan dan masih banyak lagi, saya sangat beruntung dapat bisa bergabung bersama di Mandiri Entrepreneur Center karena disini lah saya mendapatkan perubahan yang besar, dimana di saat saya masih di Batam mungkin tidak akan se aktif disini, banyak kegiatan yang juga telah saya lakukan bersama teman – teman disini sehingga banyak pengalaman baru yang saya dapatkan, yang mungkin tidak akan saya dapatkan jika saya tidak berangkat ke Surabaya.

Sungguh apa yang awalnya kita pikirkan itu buruk ,ternyata malah menghasilkan sesuatu yang luar biasa baik untuk kita.

Seperti dikatakan oleh Ust. Hamim selaku Kepala Asrama MEC surabaya, kalau kita mau maju kita harus Ber Hijrah, karena berhijrah kita akan menemui hal – hal baru yang sehingga semakin banyak hal baru semakin banyak pengalaman dan perkembangan bagi diri kita, dan pada akhirnya kita akan menjadi orang yang siap dimana saja, sehingga tidak akan kebingungan lagi kedepannya.

Saya sangat berterima kasih kepada Mandiri Entrepreneur Center dan Yatim Mandiri, karena bimbingan mereka kami dapat menjadi pribadi yang lebih baik.

Tinggalkan komentar