SEPENGGAL KISAH DI TANAH BUNG TOMO

Assalamu’alaikum wr.wb.

Tak kenal maka tak sayang tak sayang maka tak rindu. Slogan yang tak asing lagi didengar oleh telinga kita.

Maka dari lubuk hati yang paling dalam aku penulis kisah ini akan memperkenalkan diri dihadapan para pembaca sekalian, MUHAMMAD DONY TRIWIDODO yang akrab disapa dengan Dony lahir di Kab. Probolinggo kec. Leces Ds.Tigasanwetan pada tanggal 16 November 1999 Masehi.

Alhamdulillah patut di syukuri aku terlahir normal lahir dan batin. Sedikit promosi bahwasannya namaku ini terdiri dari 4 bahasa dalam satu nama woowowoowowowowoow keren yah …, bahasa apakah itu? Pertama, Muhammad berasal dari bahasa Arab, kedua, Dony berasal dari bahasa Indonesia, ketiga Tri berasal dari bahasa inggris dan yang terakhir widodo berasal dari bahasa jawa.

Hehehehe …. kerenkan namaku ok kalau karena pembaca sudah tau nih tentangku langsung aja yuk kita baca jangan lupa dengan seksama yah kisahku ini hehehee …..

Di sini aku akan menceritakan pengalaman aku dari sebelum masuk MEC sampai saat ini semoga pembaca sekalian terhibur dan dapat mengambil intisari dari ceritaku ini selamat membaca.

Tepat di kelurahan Kandang Jati kulon P.P. Kanzus Sholawat Kraksaan Probolinggo tempat aku mengabdi pada seorang Kiyai masyhur di daerah tersebut disanalah aku menetap tak lain dan tak bukan untuk mencari barokah Kiyai dan Pesantren.

Sebab tes untuk masuk ke Kampus Kemandirian Surabaya sudah aku laksanakan tinggal menunggu hari pemberangkatan.

Derrrzzzz  …. suara yang berasal dari Hpku mendering menandakan ada telepon masuk dan ternyata setelah kuliahat Ummi menelepon “ le .. kapan mau pulang masak nggak tidur dirumah sama sekali ?” , tanyanya dengan lembut .

“ Belum boleh ada panggilan untuk pulang MI’ DARI kiyai, Insya Allah sehari sebelum berangkat ke Surabaya aku pulang” jawabku tanpa tau salah.

“oyah … wes kalau gitu” jawabnya pelan. “Iyah … nantik kalau sudah selesai urusan disini tak langsung pulang” jawabku dengan tegas untuk menghibur” .

“Assalamu’alaikum” …… “Wa’alaikumussalam”. Percakapan hangat antar aku dan Ummi pada saat itu membuat aku terpukul sebab hari-hariku kuhabiskan di Pesantren untuk mengabdi pada Kiyai, mengajari santri-santri, membimbing kegiatan yang ada di pesantren.

Begitulah kehidupan santri sangat sulit untuk menolak permintaan dari kiyainya.

Alhamdulillah .. kuucapkan tepat pada hari ahad pagi aku dapat pulang ke rumah. Sebab tugas ku sudah selesai dan saatnya untuk berpamitan.

Saat berpamitan kiyai bicara padaku “Nantik kalau ada waktu lowong ke sini Don” “Insya Allah Kiyai” jawabku penuh patuh.

Tibalah esok hari dimana aku harus berangkat menuju Surabaya untuk menuntut ilmu lagi-lagi aku harus meninggalkan rumah.

Lagi-lagi aku harus meninggalkan Ummi dirumah, dan ini memang harus aku jalani untuk masa depan. Aku berangkat bersama Kakakku menuju kantor cabang Yatim Mandiri Probolinggo.

Disana aku tidak berangkat sendirian melainkan ada sulthon teman satu atap di pesantren yang alhamdulillah di lolos juga dari tes yang kami laksankan bulan lalu selain itu juga ada 3 putri dari sekolah lain.

Kami berangkat menggunakan mobil milik kantor cabang probolinggo, namun sebelum itu kami dikumpulkan di kantor untuk berdo’a bersama tentunya dengan harapan perjalanan kami lancar dan selamat sampai tujuan yang diharapkan.

Surabaya merupakan kota terbesar di Indonesia ini akan aku tunggangi mulai detik ini juga dalam tekad hati berkata Bismillah sukses.

Kurang lebih 2 jam perjalanan didalam mobil membuat aku terlena dalam angan mimpi, saat setengah tersadar kami berada di Jl. Jambangan Surabaya dan Alhamdulillah sampailah aku di Kampus Kemandirian MEC Surabaya.

WELCOME TO MEC

pengalaman pribadi doni di mec

Sebelum melanjutkan cerita ini aku ingin berbagi sedikit pengetahuan aku mengenai Kampus Kemandirian ini bolehkan yahhhh … hehehehe .

Kampus kemandirian atau boleh disebut dengan nama MEC merupakan lembaga kursus pelatihan dibawah naungan LAZNAS Yatim Mandiri tepat berada di Jl. Jambangan no.70 SurabayaYatim Mandiri berdiri pada tanggal 31 Maret 1993.

Visi dari Yatim Mandiri adalah ingin menjadi lembaga tepercaya dalam membangun kemandirian yatim. Yatim Mandiri sudah diakui sebagai pemberi beasiswa terbanyak Se-Indonesia.

. Boleh masuk di kampus ini asal yatim artinya Bapak sudah wafat dan yang lolos ini akan mendapatkan beasiswa full fasilitas, full makan, dan tentunya full pendidikan.

Di kampus ini kita akan menjumpai beberapa jurusan yang akan mencetak mahasiswanya menjadi yatim yang mandiri sesuai dengan nama lembaga tersebut “Kampus Kemandirian”. Jurusan-jurusan tersebut terdiri dari :

  1. Desain Grafis
  2. Teknik Informasi dan Jaringan
  3. Akuntansi
  4. Kuliner
  5. Otomotif
  6. Agro Industri

Alhamdulillah aku ucapakan kembali dari sekian jurusan yang ada, aku memilih Desain Grafis bukan tanpa alasan aku memilih jurusan ini melainkan aku memilihnya karena dari sekian jurusan yang ada hanya desain grafis yang tak jauh dari passion ku dibidang menggambar, hanya saja aku sendiri masih awam dengan kata “TEKNOLOGI”.

MASA ORIENTASI PESERTA DIDIK

pengalaman pribadi doni di mec

Di MEC aku dapatkan saudara baru dan tentunya dari beberapa daerah di Indonesia.

Sempet canggung untuk tebar sapa sebab ini pertemuan pertama kami. Namun aku dipermudah dengan kegiatan MOPD selama kurang lebih 2 minggu jadi selama MOPD itu aku sudah lincah berkomunikasi dengan teman-teman yang lainnya.

Jenis PROGRAM yang ada di MEC terbagi menjadi 3 yaitu :

  • Entrepreneur
  • Asrama
  • Akademik

Yang paling mengesankan adalah entrepreneur dimana saat itu aku dan kawan-kawanku berjualan disekitar daerah jambangan.

Sedangkan kami harus mencari barang dagangan kami sendiri tanpa adanya pengarahan dari pihak kampus. sempet bingung apa yang bisa aku jual sedangkan aku belum tau daerah yang aku susuri ini.

Alhamdulillah barang dagangan pertama kali yang saya jual adalah kue basah walaupun saat itu hanya untung Rp.5000,-.

Ada pembelajaran yang bisa aku dapatkan saat itu yaitu komunikasi dengan orang yang tak kenal, mental, bertambah tawadu’ pada Allah SWT.

MASA AKADEMIK

pengalaman pribadi doni di mec

Usai sudah MOPD itu tibalah aku memasuki masa Akademik. Masa aku harus menggeluti dunia desain dimana sebelumnya aku sendiri belum paham tentang dunia desain.

Namun sebelumnya aku akan memperkenalkan dosen yang menjadi salah satu wasilah kesuksesan ku kelak, yang pertama ;

  • Pak Sabar

Sesuai dengan namanya sabar. Dosen yang senantiasa sabar mendidik kami selama akademik ini. Beliau dosen yang fokus dibidang percetakan.

Alhamdulillah syukur aku ucapkan dapat bertemu dengan beliau akhirnya aku dapat mengetahui cara mengepress kaos dari bahan poliflex, bikin PIN, mengepress MUG dan hal lainnya.

Selain percetakan yang beliau ajarkan kami juga menanamkan jiwa sosialisai antar sesama manusia karena hidup mudah saat kita bersama.

Dari Pak Sabar aku dapat mengenal printing yang sebelumnya belum aku ketahui. Selain itu juga beliau juuga mengajarkan power point, excel, dan word untuk merpersiapkan Tes CLCP yang biasanya dilaksanakan oleh temen temen dari jurusan Akuntansi.

Oyah selain itu printing dan Office word beliau juga mengajarkan memotret dengan kamera Desain Grafis yang kami miliki yang pada saat itu kami memiliki 2 kamera Nikon dan Canon.

  • Pak Arofat

Dosen yang memiliki paras tampan nggak heran teman-teman akhwat dilain jurusan mengidolakannya. Pak Arofat yang biasa aku panggil saat KBM berlangsung, beliau fokus untuk materi yang akan dihadapai saat Uji Kompetensi.

Selain itu juga biasanya beliau mengajarkan software-software desain selain Adobe Illustrator, Corel Draw dan Adobe Photoshop.

Saat Pak Arofat mengajar keadaaan kelas saat itu sunyi jarang jarang kami bercanda tawa bersama Pak Arofat.

Namun dengan begitu Alhamdulillah banyak ilmu yang aku dapatkan dengan Pak Arofat. Dan terkadang juga Pak Arafat membawa makanan ke ruangan untuk mengurangi rasa bosan kami didalam kelas.

  • Pak Anwari

Dosen sekaligus microstoker. Beliau inilah mengajarkan kualitas desain sedetail mungkin, namun pada saat KBM berlangsung beliau tidak hanya mengajarkan desain melainkan materi kerohanian setiap sebelum pembelajaran desain grafis.

Dan Alhamdulillah berkat kerja keras beliau minsed aku berubah serta kemampuan desain tumbuh bermula dari saat itu.

Banyak kenanganku bersama Pak Anwari dari awal masuk sampai saat ini. Sepertinya pelajaran bersama Pak Anwari kurang cocok untuk dikatakan belajar desain karena setiap sebelum dimulai pelajaran kami dipupuk dengan kerohanian dengan tujuan mengubah mindset belajar seperti robot atau jelasnya saat kita duduk dibangku SD, SMP ataupun SMA dimana semua pelajaran yang ada hampir tidak kita terapkan di saat kita dewsa.

3 Dosen yang mempelopori mindset aku dalam dunia desain grafis sehingga saat ini aku dapat menemukan kualitas desainku. Para dosen inilah yang membuat aku dari tidak taunya komputer menjadi paham khususnya dalam dunia desain.

Di masa inilah aku dituntut untuk tau mengoperasikan komputer terlebih software desain grafis. Kisah aku mulai dari pertama kali masuk ke kelas Desain Grafis, pada saat itu Pak Sabar lah dosen pertama kali masuk ke kelas kami.

Sekali lagi sesuai dengan namanya sabar nada beliau dalam berkomunikasi sangatlah halus tidak terkesan kasar.

Hari pertama kuliah membuatku bersemangat namun masa itu tak bertahan lama. Sebab pada saat itu pelajaran yang harus kuhadapi adalah M.S. Word, Excel, Power Point demi dunia desain yang kugeluti aku nggak paham sama sekali mengenai pelajaran yang dimaksud oleh Pak Sabar.

Seperti yang telah kusinggung sebelumnya bahwasannya aku belum tau mengoperasikan Komputer dalam keseharian. Mau tak mau aku harus mau slogan paksaan yang harus kuemban saat itu.

Semester 1 sudah aku lalui di semester 2 saat itu aku terus berusaha semaksimal mungkin untuk bisa menemukan kualitas desainku di rancah dunia karena di semester 2 jurusan desain grafis fokus untuk pembelajaran jual desain online di market place microstock yang terkenal yaitu Shutterstock, Adobe stock, Freepik.

Pada saat itu aku ingin mengasah desain ku dibidang kaligrafi. Alhamdulillah syukur dengan 100 desain yang aku miliki di shutterstock hanya baru satu yang laku hahahahha wwkwkwkwkwk namun ini semua merupakan langkah awal dalam kesuksesan di microstock.

MASA PEMBAGIAN HANDPHONE DI MEC

pengalaman pribadi doni di mec

Waktu demi waktu terus kujalani, masa Akademik yang terkadang membuatku jenuh dapat terobati dengan pembagian Hp setiap 2 minngu sekali selama 1 jam.

Terkadang aneh peraturan yang ada di MEC ini, namun itu semua bukan maksud untuk menyiksa kami melainkan untuk pembelajaran agar kita mampu untuk mengatur waktu kita dalam penggunaan Hand Phone.

Saat pembagian Hand phone itu tanpa berfikir panjang aku telpon Ummi yang ada dirumah.

Memang kalau di fikir dengan akal sehat dan waras waktu satu jam untuk menggunakan ponsel merupakan hal yang mustahil untuk bisa menikmatinya, namun dengan adanya kebijakan tersebut kita dapat mengerti betapa pentingnya ponsel kita dalam kehidupan ini dengan begitu kita yang biasanya menggunakan ponsel untuk hiburan semata beralih untuk menggunakannya sesuai fungsinya yang benar dan tepat.

MASA ENTREPRENEUR

Kami merupakan yatim yang mandiri mandiri ibadah, mandiri finansial, mandiri ekonomi.

Maka untuk memandirikan anak-anak yatim dibuatlah program yang akan menompang tujuan tersebut, dan salah satu program untuk memaksimalkan mandiri finansial yaitu ENTREPRENEUR yaitu berdagang.

Setiap mahasiswa memiliki target 1.500.000 dari pak yanto selaku penanggung jawab Humas di MEC sekaligus pemantau tabungan kami di akhir bulan.

Awal dangangan yang aku jual saat itu yaitu jajanan basah atau biasa kita kenal dengan kue basah Alhamdulillah ke untungan yang kudapat saat itu sebesar 5000 rupiah.

Selama berdagang saat itu aku mendapatkan pelajaran yang berharga bahwasannya mencari uang 1000 rupiah saja perlu perjuangan keras tak cukup hanya untuk menjulurkan tangan lalu berkata “Bu minta uangnya” yang biasanya aku lakukan saat masih kecil dulu.

Selain itu juga bahwasannya untuk menginginkan sesuatu aku harus berjuang keras bukan mengeluh jangan lupa untuk berdo’a setiap ingin melakukan sesuatu.

Di penghujung akhir pendidikan tabunganku sudah mencapai 2.700.000 ribuan dan ini merupakan angka yang fantastis bagi diriku pribadi selain melebihi target yang ditetapkan oleh lembaga juga aku nggak menyangka dengan jualan kerupuk dan kue basah dapat menghasilkan nominal yang di luar akal fikiran.

Selain berjualan aku juga mendapatkan jadwal mengajar ngaji di salah satu perumahan dekat lembaga yang biasanya di akhir bulan ada amplop berwarna putih dari orang tua tempat aku mengajar yang saat ini menjadi oarng tua angkatku di Surabaya. Alhamdulilllah.

Dengan adanya tabungan tersebut aku berniat untuk membeli sebuah leptop untuk melanjutkan potensiku di dunia desain grafis sangat disayangkan memiliki potensi besar di suatu bidang tapi tidak asah dengan baik tidak dimodali dengan usaha yang keras serta niat yang lurus maka potensi tersebut  akan pupus ditengah jalan.

Walaupun tabungan yang aku miliki ini tidak cukup untuk membeli leptop yang baru Insya ALLAH untuk membeli leptop bekas cukup bahka lebih. Do’akan aku yah temen – temen semoga bisa membeli leptop secepatnya Aamiin.

Begitulah kisahku selama berada di MEC Surabaya suka maupun duka tetap aku jalani dan yang membuatku untuk terus bangkit adalah ketika kerabatku merangkulku saat aku jatuh dan lemah.

Semoga para pembaca sekalian dapat mengambil hikmah yang terkandung dari kisahku ini. Terimakasih Yatim Mandiri,

Terima Kasih MEC semoga Allah SWT senantiasa meridhoimu selaku LAZNAS (Lembaga Amil Zakat Nasional) yang amanah dan terpercaya Yatim Mandiri tetap jaya Aamiin Yarabbal ‘Alamin.

Assalamu’alaikum wr.wb.

2 pemikiran pada “SEPENGGAL KISAH DI TANAH BUNG TOMO”

  1. Terus bersemangat lee.. Semoga berguna bagi keluarga,masyarakat &Negara.. Salam kami dari keluarga Sleman Aleeee… 😎😎

    Balas

Tinggalkan komentar