(Kata Mereka) Pengalaman Pribadi di MEC | Kamarudin

Pengalaman Pribadi di MEC- Membahas tentang pengalaman tentu kita sebagai manusia mempunyai banyak momen yang dialaminya. Semua makhluk hidup pasti tidak akan bisa kembali ke masa lalunya lagi.

Begitu juga dengan kita sebagai mahluk hidup yang tercipta dengan kondisi yang berbeda-beda. Dari perbedaan itulah akan bisa menciptakaan momen yang berbeda pula.

Itulah kehidupan yang terus mengejar setiap detiknya tanpa ingin melewati nya. Pepatah mengatakan bahwa waktu adalah emas, waktu adalah anugrah terbaik yang diberikan oleh Tuhan yang Maha Esa.

Semua orang tentu mempunyai banyak moment pribadi yang telah dikerjakan. Mulai dari masa kecil nya, dewasa, hingga masa tuanya.

Salah satunya saya yang begitu banyak moment berharga yang telah aku lalui salah satunya pengalaman waktu mengejar impian di MEC.

Awal Pendaftaran Sampai Masuk MEC

Mandiri Entrepreneur Center

Singkat cerita, saya mendapatkan informasi dari guru waktu SMA bahwa salah kampus di Surabaya membuka Program Beasiswa untuk para anak Yatim dan Dhuafa. Kampus tersebut bernama Mandiri Entrepeneur Center (MEC).

Kampus yang sangat asing di telinga saya dan bahkan baru pertama kali saya mendengar nama Kampus itu.

Info mengenai kampus tersebut pun tidaklah banyak saya ketahui, yang saya ketahui adalah di kampus tersebut memberikan beasiswa full. Seperti, keberangkatan kesana, makanan gratis 3 X sehari, dan fasilitas lengkap.

Namun info yang saya dapatkan sangatlah kurang tentang bagaimana kondisi dan keadaan kampusnya serta program yang ada didalamnya.

Dari situ timbulah pertanyaan dalam diri saya bahwa dikampus ini bisa nggak ya balik ke kampung halaman setiap bulan.

Saya pun mulai mengurus beberapa berkas seperti administrasi dan sebagainya.

Setelah itu mengikuti beberapa tes yang diberikan oleh kampus tersebut.

Saya mengikuti tes di salah satu kantor cabang Yatim Mandiri yang ada di Maros, Tepatnya di Jl. Andi Nurdin Sanrima nomor 80 Turikale Maros.

Ketika mengikuti tes disana terdapat beberapa jurusan yang dapat saya pilih seperti

  1. Akuntansi dan Administrasi Perkantoran
  2. Teknologi informasi
  3. Kuliner
  4. Desain Grafis
  5. Otomotif
  6. Manajemen Zakat

Ketika kertas diserahkan kepada saya, syarat mengikuti tes kita harus memilih dua prodi dari beberapa jurusan tersebut. Sayapun memilih Teknologi OInformasi dan Desain Grafis.

Setelah beberapa hari selesai mengikuti tes dan Alhamdulilla saya pun mendengar berita bahwa saya diterima dan berhak berada di kampus yang ada di Surabaya yaitu Mandiri Entrepeneur Center.

Tapi disisi lain saya kecewa ketika mendegar berita tersebut di satu sisi saya tidak mengetahui kampus nya seperti apa di sisi lain ibu saya tidak mengizinkan untuk bisa mengejar impian di sana.

Detik demi detik, jam demi jam, hari demi hari, sekian banyak kata doktrin yang diterima mulai dari guru dari SMA ku sendiri, saya, keluarga. Dan akhirnya pun saya di beri izin.

Dengan hati yang sudah tenang aku pun mulai sibuk mempersiapkan diri untuk belajar disana dan mencari info apa saja yang perlu kupersiapkan dan apa saja Sayarat dari kampus tersebut.

Profil Mandiri Entrepeuner Center (MEC)

pengalaman pribadi di mec kamarudin

MEC merupakan salah satu program Full Beasiswa dari LAZNAS Yatim Mandiri memberikan pendidikan dan pelatihan siap kerja dan wirausaha untuk anak Yatim dan Dhuafa lulusan SMA/SMK Se- derajat.

Tujuan dari MEC sendiri ialah untuk memberikan keterampilan atau skill agar peserta didik mampu bersaing di dunia kerja.

Selain itu mandiri secara finansial dan membentuk seorang pengusaha yang berjiwa Taqwa, Bernyali, dan Kreatif.

Jadi, buat yang ingin atau mempunyai jiwa pengusaha lembaga ini sangat cocok sekali buat anda. Karena tempat ini adalah tempat nya para pejuang untuk menuju kesuksesan.

Adapun beberapa program yang ada dikampus ini yaitu:

  1. Akademik
  2. Keasramaan
  3. Entrepeneur

Dari program tersebut harus kita kuasai semua demi kelulusan kita nanti.

Tanpa berlama-lama langsung saja anda simak cerita pengalaman saya selama 8 bulan di MEC.

Baca Juga : Pengalaman Pribadi Najibullah

Moment di MEC- Bertemu dengan Teman Yang Baru

pengalaman pribadi di mec kamarudin

Sesampai di kampus ini saya pun bertemu dengan teman baru yang saya temukan pertama ialah Najibullah dari Banten, Agung dari Lampung, dan Gilan Aburozak dari Banten.

Saya pun sebagai orang yang berasal dari luar pulau harus bisa beradaptasi dengan lingkungan serta hal baru.

Moment di MEC- Masa Orientasi Peserta Didik (MOPD)

MEC Surabaya

MOPD merupakan kegiatan perdana yang di berikan kepada peserta didik Mandiri Entrepeneur Center.

Dengan kegiatan ini saya bisa lebih mengenal teman – teman karena didalamnya ada kegiatan yang menyenangkan dan ilmu yang banyak.

Agenda tersebut berjalan selama dua minggu.

Saat itu kami diperkenalkan beberapa orang hebat, sukses, mulia, akan tetapi hidup dengan keluarga yang sederhana.

Selain kegiatan tersebut berguna untuk melatih mental, disiplin, dan mempererat tali silaturahim sesama manusia seperti yang saya ceritakan sebelumnya.

Tentu dalam agenda tersebut banyak momen yang berharga yang terdapat didalamnya salah satunya pada saat penulisan surat untuk keluarga terutama untuk ibu. Suasana pada saat itu Ambyar penuh dengan airmata.

Moment di MEC- Entrepeneur

pengalaman pribadi di mec kamarudin

Saya sebagai seorang peserta didik yang sebelumnya sama sekali tidak mengetahui apa saja program kampus tersebut.

Sejenak timbul rasa penyesalan dalam diri untuk mengejar impian dikampus ini.

Kenapa, saya kebingungan ketika mengikuti program kampus ini yakni Entrepeneur.

Mungkin kita sudah ketahui entrepeneur itu adalah pengusaha. Tapi, apakah langsung begitu saja jadi pengusaha? tidak kan.

Dan pada akhirnya untuk menjalani program ini kami berjualan dengan berbagai macam dagangan seperti krupuk,buah, dan sebagainya.

Dari situlah muncul rasa penyesalan, jauh dari luar pulau sampai di Surabaya di suruh jualan.

Akan tetapi program tersebut mempunyai maksud tersendiri yaitu guna untuk membangun mental dan jiwa seorang pengusaha.

Seiring berjalan nya waktu akupun menikmati program tersebut. Pada akhirnya bisa menembus target yang di berikan oleh lembaga dengan jumlah tabungan di atas 1.500.000

Baca Juga : Pengalaman Pribadi Alif Masayid

Moment di MEC- Masa Akademik

pengalaman pribadi di mec kamarudin

Akademik ini kami lakukan setiap Senin sampai Jum’at yang dimulai dari pagi sampai sore.

Dalam bidang yang saya pilih yaitu Teknologi Informasi tentu bukan hal yang sangat mudah.

Jurusan yang saya pilih memang tidak singkron dengan apa yang sudah saya pelajari pada waktu SMA. Saya harus menyesuaikan diri agar bisa mengikuti pelajaran yang di berikan oleh dosen.

Dengan berjalannya waktu proses demi proses saya jalani, dan pada akhirnya pun terbiasa dan mulai tahu di dunia TI.

Dalam bidang ini saya di pertemukan dengan beberapa dosen ahli dalam bidang TI yang bernama Toha Mahfudi dan Achmad Arif S.T.

2 Dosen yang saya temui sangat luar biasa. Selain memberikan materi sesuai jurusan tidak lupa pula kami diberikan curahan pengalaman dan sepercik cermah pagi.

Bahkan jurusan TI termasuk prodi yang dengan dosen killer. Namun itu tidak membuat saya menyerah apapun memang harus diusahakan.

Moment di MEC- Asrama

motivasi dari kak handika surbakti

Dalam program asrama tentu banyak banyak program yang terdapat didalamnya seperti hafalan juz 30, zikir pagi dan sore, Diniyah, Puasa senin kamis, sholat dhuha berjamaah, sholat tahajjud setiap hari, dan masih banyak lagi yang tidak bisa saya lupakan tentunya.

Moment di MEC- Live In Masjid

pengalaman pribadi di mec kamarudin

Live In Masjid adalah salah satu program yang ada di kampus ini.

Live In Masjid diprogramkan agar peserta didik berpengalaman dalam membangun dan memakmurkan masjid beserta struktur organisasi mesjid itu sendiri.

Live In Masjid tentu banyak momen yang sangat mengesankan salah satunya ialah pada saat kami lansung terjun ke toko- toko dan warga masyarakat disana.

Selain bisa belajar bagaimana menjadi pemakmur masjid kami juga dilatih bagaimana beradaptasi dengan hal – hal baru.

Itu tadi sepercik cerita dari saya. Pengalaman yang tidak mungkin bisa kami lupakan. Terimakasih MEC, Terimakasih Yatim Mandiri dan Terimakasih untuk para Donatur yang telah mendukung dan memberi kan kesempatan kami untuk belajar hidup di Mandiri entrepreneuer Center.

Tinggalkan komentar