Pengalaman Pribadi Di Mec Okky | Mahasiswa Prodi Desain Grafis

Kata Mereka – Pahitnya perjuangan tentunya tidak akan sia – sia jika keistiqomahan selalu ada dalam keseharian kita.

Perjuangan tersebut tentunya akan menjadi cerita tersendiri untuk kita, baik perjuangan yang menghasilakan kebahgiaan atau perjuangan yang memang perlu di perjuangakan kembali.

Kali ini admin menceritakan pengalaman yang di alami oleh seorang pemuda dari pojo Jawa Timur lebih tepatnya pemuda asal kota Ngawi.

Berikut cerita pengalamanya.

PENGALAMAN DI MEC

pengalaman di mec

Cerita awal sebelum masuk ke MEC aku belum begitu mengetahui info mengenai MEC dan program apa saja yang ada di MEC.

Aku tahu mengenai MEC itu ketika aku mengikuti Super Camp di Sragen. Dan saat itu di jelaskan bahwa di MEC ini memiliki beberapa jurusan yaitu :

  • Desain Grafis
  • Tekhnik Komputer Jaringan
  • Akuntansi Perkantoran
  • Kuliner
  • Otomotif
  • Agro Industri dan Pertanian

Dan dari situlah minat ku untuk masuk ke MEC muncul. Ada satu prodi yang mencuri perhatian ku yaitu “Desain Grafis”.

Kenapa aku tertarik dengan desain grafis? Karena mayoritas teman-teman ku suka dengan desain grafis tetapi mereka tidak memiliki kesempatan untuk belajar lebih dalam lagi tentang desain grafis.

Dan mumpung aku ada kesempatan untuk belajar desain grafis aku tidak akan menyia-nyiakan nya. Tetapi ada 1 hal yang membuat ku minder.

Yaitu karena aku belum mengetahui apa-apa soal “Desain Grafis” meskipun mayoritas teman-temanku suka dengan “Desain Grafis”.

Aku sama sekali tidak mengetahui bagaimana cara mendesain menggunakan software yang ada di komputer. Yang ku tahu hanyalah cara mendesain meme/gambar lucu  di aplikasi yang ada di handphone.

Meskipun ada sedikit rasa minder di dalam diri aku tetap berniat untuk masuk ke MEC.

Aku mengikuti tes masuk MEC di cabang Madiun. Lumayan banyak juga anak yang ingin masuk ke MEC. Di sana di adakan 2 sesi tes yaitu tes tulis dan tes wawancara.

Dan alhamdulillah tes berjalan dengan lancar. Dan selang beberapa minggu setelah tes aku mendapat pengumuman bahwa aku lulus masuk ke MEC.

Pada tanggal 15 Juli aku berangkat ke Kampus Kemandirian Mandiri Entrepreneur Center yang terlatak di Jl. Jambangan No. 70, Surabaya.

Dan berangkat ku pun terlalu siang karena di pagi hari nya aku harus mengurus ijazah ku di SMK. Dan karena berangkat terlalu siang alhasil aku terlambat sampai di MEC dari waktu yang sudah diberitahukan sebelum nya dan aku merupakan peserta yang datang paling akhir.

Setelah itu aku di beritahu panitia untuk langsung ikut kegiatan pembacaan Doa dan Dzikir di mushola.

Tetapi aku tidak tahu letak mushola tersebut, aku berjalan saja lurus ke arah utara karena aku mendengar suara orang-orang sedang berdoa di di arah itu.

Aku terus berjalan hingga mau memasuki ruang asrama akhwat dan sebelum aku masuk ke sana aku di tegur oleh panitia. Malu rasanya ketika ditegur panitia.

1. PENGALAMAN KETIKA MOPD

pengalaman saat mopd

MOPD merupakan singkatan dari Masa Orientasi Peserta Didik. Di dalam kegiatan ini kami para peserta didik di perkenalkan mengenai apa itu MEC dan program apa saja yang akan diadakan untuk kedepannya.

Di masa MPOD ini sangat melelahkan. Bukan lelah karena suatu pekerjaan yang berat melainkan lelah  karena dalam seminggu full kegiatanya hanyalah duduk dan mendengarkan.

Meskipun melelahkan banyak juga ilmu yang di dapat saat MOPD ini. Pada MOPD merupakan masa-masa yang bisa dibilang menyenangkan karena semua mahasiswa masih berkumpul menjadi satu meskipun kampus kita berbeda.

2. AKADEMIK     

pengalaman saat akademik  

Saat pertama kali mengikuti program akademik di Mandiri Entrepreneur Center, pikiran negatif menyerangku lagi. Aku merasa minder pada teman-teman sekelas yang sudah belajar duluan mengenai “Desain Grafis” di saat SMK.

Dan pada hari pertama masuk pak dosen langsung memberi tugas untuk membuat curriculum vitae. Aku yang belum mengerti sama sekali tentang cara mendesain menggunakan software yang ada di komputer kebingungan.

Di saat mengerjakan tugas aku selalu bertanya kepada teman yang ada di sebelah kanan dan kiri ku.

Untung mereka tidak marah saat aku selalu menyela-nyela pekerjaan mereka mendesain dengan pertanyaan-pertanyaan sepele mengenai teknik-teknik untuk mendesain seperti cara agar bentuk objek bisa presisi ketika diperbesar atau diperkecil..

Bagamaina cara membuat shape, Cara membuat text, pokokmya pertanyaan-pertanyaan ku ini merupakan dasar-dasar dalam mendesain ya maklum lah kan baru pertama kali mendesain di komputer.

Dan ada lagi saat ada Pak Dosen yang memberi tugas untuk men-tracing logo Kota Surabaya.

Pada saat mengerjakan aku kebingungan karena dalam men-tracing harus menggunakan pentool yang notabene tool yang harus di kuasai para desainer.

Dalam mengerjakan tugas ini hasil yang aku kerjakan beberapa kali mengalami revisi bisa di bilang semuanya hasil karya satu kelas saat itu kena revisi karena hasil nya tidak memenuhi standar.

Berminggu-minggu kami hanya berputar – putar karena tugas itu. Kelihatan nya tugas yang diberikan sepele hanya men-tracing/menjiplak tetapi yang di ajarkan pak dosen ini bukanlah cara menjiplak logonya, tetapi cara bagaimana kita bisa menyusun logo dengan rapi baik saat logo itu utuh ataupun ketika di bongkar.

Ada juga pengalaman menarik lagi ketika mengerjakan tugas untuk membuat ID Card yang akan digunakan untuk ID Card resmi peserta didik Mandiri Entrepreneur Center.

Kala itu aku sudah bersemangat membuat desain ID Card itu.

Tetapi setelah akan finishing ternyata software yang kugunakan mengalami kehabisan masa trial yang mengakibatkan hasil kerja yang aku buat tadi tidak bisa di simpan dan akhirnya harus mengulang dari awal.

Pada semester 2 aku dan peserta didik lainya di jurusan desain grafis di didik untuk berjualan desain secara online.

Sebenarnya ini saat yang ditunggu-tunggu oleh semua peserta didik.

Tapi kenyataanya dalam proses merintis karir berjualan desain secara online ini sangat berat karena dalam sehari harus bisa menghasilkan desain dengan jumlah minimal 10 desain per hari.

Banyak dari peserta didik yang tidak mampu mengerjakan nya karena terkendala waktu.

Oh iya.. dalam bidang akademik ini aku di bimbing oleh 3 dosen yang luar biasa yang ahli dalam bidangnya masing-masing. 3 dosen itu adalah :

  • Pak Anwari

Merupakan dosen paling utama di desain grafis yang mengajarkan tentang standard desain yang layak di perjualbelikan.

Terkadang Pak Anwari juga memberikan siraman rohani kepada peserta didik nya agar cara berpikir peserta didik terstruktur dan tidak kebingungan saat mendesain. Kalau boleh jujur Pak Anwari ini terkenal sebagai dosen killer.

  • Pak Sabar

Sesuai dengan nama nya yaitu Sabar. Dosen yang satu ini merupakan yang paling sabar. Pak sabar mengajarkan tentang bagaimana cara menjadikan hasil karya desain kita diwujudkan menjadi nyata (percetakan).

Pak Sabar juga sering bercerita tentang pengalaman-pengalaman nya sewaktu beliau masih menjadi mahasiswa yang bisa memotivasi peserta didik untuk menjadi lebih baik lagi.

  • Pak Arofat

Dosen paling gans yang bisa menarik perhatin peserta didik akhwat yang ada Mandiri Entrepreneur Center. Selain memiliki paras yang tampan, Pak Arofat juga memiliki segudang prestasi.

Beliau sering pergi ke luar ngeri untuk mengikuti acara-acara tertentu. Pak Arofat berfokus untuk mengajar tentang standarisasi desain grafis.

3. ENTREPRENEUR

pengalaman saat entrepreneur

Dalam pilar ini kita peserta didik di untuk berusaha mendapatkan tabungan sesuai dengan target yang ditentukan dengan bermodalkan anggota badan dan kemampuan berkomunikasi.

Program yang satu ini sangat menarik. Mungkin di sekian banyak kampus atau lembaga pendidikan yang lain tidak memiliki program ini hanya MEC lah yang memiliki program ini.

Banyak yang bisa dipelajari dari program ini contohnya adalah cara berkomunikasi ketika ingin melukakan kerja sama dan belajar cara berneogsiasi dengan pelanggan.

Setiap Sabtu atau Minggu peserta didik diwajibkan untuk keluar dari asrama MEC untuk melakukan program ini. Macam-macam cara di lakukan oleh peserta didik agar bisa memenuhi target yang ditentukan.

Tetapi ada juga cara paling umum untuk mencapai target adalah berjualan kerupuk.

Di program ini kita juga memetik sebuah pesan bahwa mencari pundi-pundi uang itu tidaklah mudah. Butuh usaha dan pengorbanan yang ekstra untuk memperolehnya.

Kalau tau mencari pundi-pundi uang sesusah ini mungkin dulu aku lebih berusaha untuk menekan pengeluaranku agar tidak merepotkan keluarga terutama ibuku.

Dan program ini juga sebagai sarana untuk melatih mentalku agar tidak gugup lagi ketika memulai suatu usaha atau tidak gugup lagi dalam berinteraksi dengan orang lain.

Dulu saat pertama kali saya masuk ke MEC program ini yang paling ku takuti karena harus keluar mencari uang tanpa modal apapun.

Dan ketika saya sudah mengetahui jalan dan cara-cara nya, program ini menjadi yang paling dinanti-nanti olehku maupun mahasiswa yang lainnya karena setelah entrepreneur kita bisa menyisihkan uang untuk jajan atau untuk memenuhi kebutuhan yang lainnya.

Di entrepreneur ini kebanyakan mahasiswa nya melakukan usaha berupa jualan kerupuk termasuk saya sendiri.

Dulu awal-awal saya berjualan saya tidak berani untuk mengambil kerupuk dalam jumlah banyak untuk di jual.

Saya ambil jumalah yang aman-aman saja karena nanti takut tidak laku dan bisa mengecewakan pemilik kerupuk tersebut.

Dan setelah beberapa bulan berjualan saya memutuskan untuk berjualan berdua dan barang yang kita bawa juga lebih banyak.

Yang awal nya saya Cuma membawa 20 kerupuk sekarang lebih berani untuk mengambil 50 kerupuk bahkan 60 kerupuk.

Hasil yang didapatkanpun meningkat drastis. Beberapa bulan saya berjualan berdua dengan hasil yang stabil, saya melihat teman saya yang berjualan sendirian dan hasil yang didapatkan juga cukup banyak melebihi hasil yang saya dapatkan ketika berjualan berdua.

Setelah itu kita sepakat untuk berjualan sendiri – sendiri agar mendapatkan hasil yang lebih banyak karena pada waktu itu juga ada peraturan baru yang ketika dalam 1 bulan hasil yang didapat tidak memenuhi target maka pada hari sabtu dan hari minggu tidak mendapatkan jatah makan.

Dan orang yang memenuhi target aman dari hukuman itu dan orang yang melebihi target itu akan mendapatkan reward. Dan ketika itu, saya mengincar reward itu dan alhasil kami berdua mendapatkan reward tersebut.

4. ASRAMA

Program ini merupakan program yang diagendakan untuk membimbing peserta didik tentang ilmu agama dan spiritual.

Program ini merupakan program yang paling penting karena di setiap kegiatan, di setiap pekerjaan, dan dimanapun kita berada pasti kita memerlukan ini.

Program ini mewajibkan para peserta didik untuk menghafal al-quran juz 30, Asmaul husna dan juga Dzikir pagi dan petang.

Peserta didik juga dibimbing untuk mengerjakan ibadah dengan baik dan benar. Ada juga kegiatan pembacaan sholawat Maulid Diba’i yang di adakan setiap minggu malam.

Hal yang paling saya sukai adalah pembacaan sholawat Maulid Diba’i. Karena saya ikut berpartisipasi sebagai pengiring Sholawat Maulid Diba’i.

Seketika rasa letih dari belajar dan menambah hafalan hilang seketika karena Pembacaan Sholawat Maulid Diba’i ini.

Di Mandiri Entrepreneur Center ini juga mewajibkan peserta didiknya untuk berpuasa senin dan kamis.

Ada juga hal yang membuatku kesulitan yaitu menghafal al-quran juz 30. Karena sebelum kesini akau sama sekali tidak ada kepikiran untuk menghafal al-quran karena yang di ajarkan di tempatku mengaji dulu hanyalah cara membaca al-quran dengan baik dan benar itu pun aku sudah lama tidak mempraktekan nya.

Ketika saat liburan semester 1 aku termasuk mahasiswa yang pulang paling akhir karena target hafalan ku belum selesai.

Ada satu lagi program yang membuat ku kesulitan yaitu kultum setelah selasai sholat subuh, sebelum maghrib dan juga setelah sholat isya’.

Karena sebelum nya aku adalah orang pendiam, jarang berinteraksi dengan orang apalagi berbicara di depan banyak orang.Walaupun begitu aku tidak menyerah begitu saja dengan hal yang membuatku kesulitan tadi.

Ada juga tes munaqosah yaitu ujian yang bertujuan menguji kemampuan mahasiswa dalam membaca aya-ayat Al Qur’an sebagai tolak ukur keberhasilan.

Banyak keringat dingin yang bercucuran ketika menghadapi tes ini. Karena atmosfir ketika melakukan tes ini membuat tegang sehingga ketika kita membaca ayat-ayat  Al Qur’an yang sebenarnya kita bisa membaca nya dengan lancar malah menjadi kacau balau.

Ada 2 sesi tes munaqosah. Pada sesi pertama di lakukan ketika semester 1 akhir menjelang liburan. Pada sesi pertama ini saya tidak lulus karena ketika membaca ayat-ayat al qur’an saya menyadari ada yang salah dalam bacaan saya tetapi tidak saya ulangi dan terus lanjut membaca karena pada waktu itu saya terlalu fokus untuk menggunakan nada yang tepat yaitu nada “rost” terdiri dari 3 nada yaitu datar, naik, turun.

Banyak juga mahasiswa-mahasiswa lain yang bernaib sama dengan saya. Karena faktor grogi banyak bacaan yang kacau padahal ketika mengaji biasa lancar – lancar saja.

Dan ketika pada sesi kedua yang dilaksanakan pada Semester 2 bulan Februari baru baru ini. Alhamdulillah saya bisa lulus dalam munqosah ini.

Meskipun ketika melakukan tes bacaan saya terpatah-patah karen menyadari ada beberapa bacaan saya yang salah.

Mungkin itu lah pengalaman saya saat berada di MEC ada pahitnya ada juga manisnya. Banyak pengalaman berharga yang saya dapatkan di MEC ini.

Saya sangat bersyukur bisa menjadi bagian dari MEC ini. Yang dulu awalnya saya masih terombang-ambing belum tahu kemana tujuan hidup setelah sekolah, sekarang sudah mulai tahu dan sudah mulai merencanakan sesuatu untuk masa depan nanti

. Terima kasih MEC karena sudah mau menerima saya untuk belajar di sini. Terima kasih juga untuk Yatim Mandiri yang telah mensupport program ini. Sukses terus untuk MEC.

MEC. Bertakwa, Bernyali, & Kreatif.

Satu pemikiran pada “Pengalaman Pribadi Di Mec Okky | Mahasiswa Prodi Desain Grafis”

Tinggalkan komentar