( Kata Mereka ) Pengalaman Pribadi Fatma Hikmawati

Pengalaman Pribadi di MEC – Semua orang tentunya mempunyai yang namanya pengalaman, baik pengalaman yang baik maupun pengalaman yang buruk.

Pengalaman yang diterima pada masa lalu merupakan pembelajaran agar kedepan lebih baik lagi.

Nah disini saya akan menceritakan nih bagaimana sih pengalaman saya di Kampu Kemandirian MEC yang ada di Surabaya ini.

Berikut adalah ulasanya.

Sekilas Tentang Penulis

pengalaman pribadi fatma

Perkenalkan namaku Fatma Hikmawati . Aku tinggal di Malang tepatnya di Jl.Raya Kedungrejo , Kec.Pakis . Malang , aku lahir pada tanggal 7 Februari 2000 .

Disini saya akan menceritakan tentang pengalaman saya belajar di Mandiri Entrepreneur Centre (MEC) Kampus yang terletak di Jl.Jambangan No.70 Surabaya dengan jurusan Desain Grafis.

Dulu sebelum masuk MEC aku adalah anak yang suka rebahan tidak suka jalan panas-panasan dan kegiatanku sangat tidak berfaedah sekali.

Keseharian cuma main hp , stalking ig orang , stalking facebook orang , sukanya nyinyirin orang , Sekolah aja nggak niat , dan baca alquran jarang banget , sholat wajib pun sampai bolong-bolong , astaghfirullah .

Tapi aku sempat punya cita-cita memiliki kesibukan sampai-sampai tidur pun hanya 5 jam , itu hanya mimpi bagiku , saya pikir-pikir lagi kapan saya kayak orang lain yang punya banyak kesibukan dan sampai lupa sama hp.nya .

Namun Allah SWT mengabulkan tentang cita – citaku yang awalnya hanya menjadi mimpi.

Disitu saya punya cerita saya ingin masuk ke Kampus PTN ,dan itu saya perjuangin sendiri, kesana kemari ngurus administrasi , minta keterangan RT,RW, desa sendiri demi beasiswa di kampus PTN.

Saya rela mengeluarkan uang 200 ribu demi ujian PTN, mungkin bagi semua orang itu merupakan uang yang sedikit , tapi menurutku itu uang yang banyak karena uang jajanku sehari tidak sampai segitu .

Namun Allah berkehendak lain , tenyata dari hasil perjuanganku tersebut aku tidak mendapatkan apa yang aku mau.

Tiba-tiba saat rebahan aku inget tentang kuliah gratis untuk anak yatim, dan disitu aku mencari brosur tentang kampus tersebut yaitu ya MANDIRI ENTREPRENEUR CENTER atau biasa di sebut dengan MEC.

Saat itu aku cerita ke saudaraku kalau aku pingin kuliah tapi semua saudaraku tau kalau aku tidak di trima di PTN dan disitu aku mulai menceritakan tentang kampus MEC ini.

Awalnya aku nggak dibolehin , dan aku maksa “orang Cuma setahun aja di kota orang kenapa sih , kan aku pingin cari pengalaman?” akhirnya di iya’in dan aku akhirnya berangkat ke surabaya diantar oleh keluargaku .

Tentunya teman-teman belum banyak yang tahu kan apa itu Mandiri Entrepreneur Center (MEC). ya kan ?

Mandiri Entrepreneur Center (MEC) merupakan salah satu program FULL BEASISWA dari LAZNAS Yatim Mandiri yang memberikan pendidikan dan pelatihan siap kerja dan wirausaha untuk Anak Yatim dan Dhuafa lulusan SMA/SMK Se-derajat.

MEC bertujuan untuk memberikan keterampilan atau skill agar peserta didik mampu bersaing di dunia kerja dan mandiri secara finansial.

MEC memiliki tiga cabang yaitu Semarang, Surabaya, dan Sragen.

Bukan hanya tentang pendidikan akademik , disini kita belajar 3 Pilar Penting untuk kehidupan kita selanjutnya yaitu akademic , entrepreneur dan keasramaan. Dan semua itu memang penting untuk kehidupan kita yang sebenarnya.

Pengalaman Masa MOPD

Memang kita yang merencanakan dan Allah yang mewujudkan. tidak salah saat itu pada tanggal 15 Juli 2019 aku berangkat kesurabaya dan hidup dengan keluarga baru tidak ada saudara satu pun dan jauh dari rumah .

Saatnya menjalani kehidupan baru di MEC dimana semua harus diatur dan juga harus dijalankan,mulai dari cara berbicara, cara berpakaian, sopan santun, akhlaq yang baik serta wajib menjalankan kewajiban 5 waktu berjamaah .

Awalnya memang risih dengan aturan yang ada salah satunya yaitu yang cewek kalau keluar harus memakai kaos kaki, memakai daleman jilbab, jilbab lebar dan tidak tembus pandang.

Tidak boleh memakai kaos saat keluar dan harus selalu menjaga kebersihan.

Memang berat awal-awalnya kita menjalankan itu semua karena ribet banget menurut kebanyakan cewek di luar sana tapi itu semua merupakan kewajiban yang harus kita kerjakan.

Di MEC banyak banget kegiatan yang kita jalankan mulai dari bangun tidur sampai tidur lagi.

Tidak ada yang namanya santai saat kita menggali ilmu di MEC ini.

Itu yang membuatku kaget karena sebelumnya aku seorang kaum rebahan yang tiba-tiba hijrah ke MEC harus melakukan kegiatan yang sepadat ini, tentunya males banget dan pingin cepat-cepat pulang.

Banyak banget pengalaman yang saya dapatkan saat MOPD , banyak sekali motivasi-motivasi dari para pengusaha.

Disitu saya mendapatkan pengalaman yaitu untuk sukses kita tidak bisa langsung instan menjadi orang yang sukses , kita harus melewati proses terlebih dahulu.

Di dalam proses tersebut pastinya banyak badai yang menerpa kita untuk jatuh namun pelajaran dari motivator yang mengisi membuat saya sadar bahwa proses tersebut akan membutuhkan kekuatan besar karena badai akan menerpa usaha.

Saat ini aku sedang menjalani proses untuk menjadi seorang yang sukses, mungkin bagi orang lain , kuliah di kampus kemandirian ini sangat berat, namun itulah yang memang seharusnya di lakukan menghabiskan masa susah untuk esok yang lebih cerah.

Saat MOPD juga dilatih tentang mental, disiplin dan mempererat tali persaudaraan kita untuk menghadapi bagaimana sih kehidupan diluar sana.

Selain mendapatkan pelajaran di ruangan, pada masa MOPD juga ada kegiatan bertema entrepreneur dimana pada saat itu semua peserta didik dilatih untuk komunikasi, negosiasi, kersajama dan selling.

Pengalaman Akademik

pengalaman pribadi fatma

Dikampus Mandiri Entrepreneur Center juga ada program akademik dimana kegiatan ini seperti sekolah yang dilaksanakan pada hari senin-jumat dari pagi sampai sore. Kecuali hari libur dan tanggal merah.

Mandiri Entrepreneur Center memiliki 8 prodi atau jurusan diantaranya yaitu:

  • Akuntansi dan Administrasi perkantoran
  • Desain Grafis
  • Teknologi dan Informasi
  • Manajemen Zakat
  • Manajemen Bisnis
  • Kuliner
  • Otomotif
  • Agro Industri

Aku mengambil prodi desain grafis, prodi yang tidak asing di telinga namun sangat asing di otak saya.

Saya memang bukan berasal dari SMK mulitimedia namun berasal dari SMA. Pengalaman di bidang Desain mungkin hanya saya dapatkan dari aplikasi bladder dan itupun tidak menyeluruh sampai akar – akarnya.

Dan di Desain Grafis aku memiliki teman dari berbagai daerah

  • Ahmad Saicul Firdaus dari Kediri
  • Ani Mufidah dari Probolinggo
  • Bagus Prastio dari Medan
  • Cut Aja Fakhita dari Depok
  • Farah Aryta anggraeni dari Malang
  • Faridatul Ilmiyah dari Gresik
  • Fatma Hikmawati (saya) dari Malang
  • Khoridatul Fauziah dari Lumajang
  • M Dony Triwidodo dari Probolinggo
  • Nicky Wahyuning Pertiwi dari Malang
  • Okky Setya Kurniawan dari Ngawi
  • Rachmad Zikrie dari Batam
  • Rendy Galang Wijaya dari Batam

Dulu aku pernah berkeinginan untuk belajar membuat sertifikat dan ID Card, mencetak Mug, Menyablon Baju , membuat Sticker dan banyak lainnya , alhamdulillah terjawab di MEC .

Awal masuk di desain grafis saat itu pelajaran pak Sabar.

Pertama-tama aku di suruh membagikan kertas oleh pak sabar.

Pelajaran pertama saat itu di suruh membuat CV masing-masing disitu aku bingung dengan aplikasinya , saat itu aku belum pernah sama sekali memakai corel atau photoshop , dan alhasil desainku ala kadarnya dan warnanya pun acak-acakan.

Dosen kita yang pertama yaitu Pak Sabar merupakan Dosen paling sabar dan disiplin  sesuai dengan namanya.

Beliau mengajarkan kita tentang desain visual yaitu yang berhubungan dengan cetak mencetak, contohnya yaitu kita diajarkan tentang cara membuat ID Card, PIN, Cover Buku, MUG,Sablon Polyflex Baju, Cutting Sticker, Cetak Kalender, Fotografi dan lainnya.

Beliau juga sering memotivasi kita semua agar selalu semangat untuk belajar guna menyongsong kehidupan yang sebenarnya.

Beliau juga yang membimbing kita semua saat kita sedang ada masalah atau sedang kesusahan saat kita mengerjakan banyak tugas.

Beliau juga sering memberi kita uang untuk membeli jajan agar tidak mengatuk saat dikelas.

Jasa beliau sangat besar , beliau ikhlas mengajarkan kita semua tentang ilmu-ilmunya yang banyak itu dan kita semua anak desain grafis angkatan 15 suka dengan gaya belajar pak sabar yang santai tapi pasti.

Dosen kita yang kedua yaitu Pak Anwari beliau merupakan masternya desain, Beliau juga Desainer Profesional Tingkat ke 2 se-Dunia.

Beliau orangnya tegas dalam menjalankan tugasnya . Kita diajari tentang pentool.

Awal masuk pelajaran Desain Grafis Vector kita disuruh menggambar menggunakan aplikasi coreldraw meniru logo surabaya , dan itu kita selesaikan kurang lebih satu bulan .

Lama banget karena kita masih bingung menggunakan aplikasi itu, ketika udah selesai lalu direvisi dan disuruh perbaiki , itu yang membuat kita lama menyelesaikan.

Beliau juga mengajarkan kita yaitu tentang kualitas desain kita agar layak di jual di microstock.

Setiap pagi kita juga mendapat motivasi dari beliau untuk mengaplikasikan apa ilmu kita yang selama ini kita dapatkan.

Dosen kita yang ketiga yaitu Pak Arofat , Beliau merupakan Dosen Tercinta anak Desain Grafis karena beliau sangat sabar dalam membimbing belajar.

Beliau merupakan dosen profesional yang selalu pergi keluar negeri Gratis dengan ilmunya yang cemerlang itu.

Beliau mengajarkan kita tool desain yaitu tool apa saja untuk menggambar sesuatu di CorelDraw , Beliau sangat Hebat sekali.

Beliau juga mengajarkan dan membimbing kita untuk mengikuti Ujian Sertifikasi agar kita tahu seberapa hebatnya Skill kita dalam mendesain.

Dan alhamdulillahnya kita semua selesai mengikuti Uji sertifikasi bersama pada tanggal 29 Februari 2020 kemarin pada hari sabtu.

Dan disitu saya merasa sangat bersyukur mengambil prodi desain grafis yang ilmu-ilmunya sangat keren dan bisa diaplikasikan ke masyarakat.

Belajar tentang desain grafis itu sangat seru , kita hanya bermain di layout, warna dan objek.

Mandiri Entrepreneur Center juga memiliki program Kunjungan Industri , saat itu Prodi Desain Grafis mengunjungi PT Abadi group yang disana merupakan perusahaan digital printing cetak Banner.

Saat kunjungan Industri kita diajari mulai dari mendesain sampai cetak banner dan finishing , Program ini guna untuk mempersiapkan kita saat kita kerja seusai pendidikan di Mandiri Entrepreneur Center.

Pengalaman Keasramaan

pengalaman pribadi fatma

Di MEC tidak hanya di ajari tentang urusan Dunia saja, tetapi urusan Akhiratpun juga harus jalan.

Program asrama layaknya seperti pondok yang mana di dalamanya dibimbing untuk selalu memperbaiki iman Yaitu mulai dari sholat wajib harus berjamaah , mengaji alqur’an , sholat sunnah , Diniyah , Puasa Senin Kamis, Sholat Dhuha, Qiyamul Lail, Dzikir Pagi dan Sore, Kajian bersama Ustad dan Maulid Diba’.

Seperti halnya sebuah kata – kata “ sholatlah diawal waktu”. yah di Mandiri Entrepreneur Center di anjurkan agar senantiasa bisa melaksakan sholat diawal waktu.

Selain itu kegiatan lain yang kami jalankan adalah doa pada pagi dan sore hari, diniyah, Ngaji Al -Qur’an, sholat Dhuha, Sholat Tahajud dan kegiatan lainya.

Awalnya memang terasa sangat berat melakukan aktivitas yang sebegitu padatnya.

Tapi yang saya rasakan ketika sudah berbulan-bulan tinggal diasrama yaitu biasa saja , malah jika kita tidak melakukan terasa ada yang aneh.

Inilah yang dinamakan proses, kata guru saya “Nikmati prosesnya, Nikmati Hasilnya, semoga Apa yang anda lakukan saat ini mendapat nikmat/hikmahnya lain nanti” .

Pengalaman Entrepreneur

Kegiatan ini merupakan kegiatan yang diadakan setiap sabtu minggu yaitu berjualan keliling surabaya guna melatih mental kita.

Namun kita tidak perlu repot – repot mencari produk atau membuat produk sendiri, pasalnya kita hanya modal badan dan menjualkan dagangan orang dengan mengambil keuntungan sendiri dari penjualan tersebut.

Banyak banget pengalaman saat Entrepreneur , disitu kita teriak-teriak menawarkan produk kita agar mendapatkan pelanggan.

Suatu ketika aku dan temanku pernah mendapatkan banyak cacian dari orang kampung sekitar.

Saat itu aku dan temanku istirahat di sebuah taman di perumahan Jambangan Baru. Saat itu kita main ayunan lalu tiba-tiba ada bapak-bapak satpam dateng dan kita diusir dengan mengancam kalau kita tidak pergi maka dagangan kita disita.

Setelah itu kita pergi jalan lagi dan di pinggir jalan nemu ayunan , kita berhenti lagi , dagangan kita kita taruh di samping kita , dan tanpa sadar kita tertidur di ayunan tersebut dan sangat malu dilihatin orang yang lewat.

Ada lagi saat aku jualan di perumahan besar , ada mobil menghentikan aku dan temanku , pak sopirnya bilang mau beli , eh belum selesai melayani pak sopir tersebut ibu-ibu beli tapi dengan nada membentak , saat itu kita tidak ada kembalian karena baru berangkat , eh ibuknya marah-marah dan nggak jadi beli karena tidak ada kembalian.

Belum lagi kalo jualan kita masih banyak dan harus di kembalikan ke ibu Supliernya kita juga masih di marah-marahi.

Intinya kegiatan ini harus sabar , saat kita harus jualan dengan jalan kaki panas-panas dan masih dimarahi itu lah yang membuat terbentuknya mental pengusaha kita.

Maka jalani saja apa yang ada di depanmu, jangan pikirkan ketika orang lain berbicara , anggaplah anjing menggonggong kafilah berlalu.

Bukan hanya itu kita juga punya banyak target-target yang harus di selesaikan di asrama ketika kita ingin pulang , banyak sekali yang harus di ganti.

Mungkin itu saja pengalamanku saat aku menempuh pendidikan di Mandiri Entrepreneur Center.

Berkatmulah kita disini tau sekeras apapun kehidupan diluar jangan pernah kamu tumbang atau bunuh diri .

Terus berkarya teruslah berproses menuju Hidup yang Lebih Bahagia. Terimakasih.

Tinggalkan komentar