Pengalaman Cut di MEC | Mahasiswi Asal Depok | Desain Grafis

Pengalaman Pribadi di MEC – Cerita ini berawal sejak aku memilih menjadi guru Qur’an di Sanggar Genius milik Yatim Mandiri.

Pada saat itu aku hanya sekedar mengisi waktu luang ku dengan mengajar dan memang aku lebih suka mengajar Qur’an dibanding mapel lainnya waktu itu.

Yah nama Cut Aja Fakhitah mahasiswa prodi Desain Grafis dan sering di panggil dengan sebutan cut aja.

Ikut Supercamp

pengalaman cut di mec

Awal cerita aku kenal dengan MEC dan memutuskan untuk ikut gabung dengan Keluarga Alumni MEC adalah dengan diadakanya supercamp. Berawal dari keseharian ku menjadi guru ngaji di sanggar Genius Yatim Mandiri.

Selang beberapa waktu diakhir desember, pimpinan Sanggar Genius pun mengutus ku untuk ikut acara Super Camp ke Banten selama 3 hari kurang lebih.

Aku menurut dan tentu dengan senang hati mengikutinya sebab aku sangat suka pengalaman baru ditempat yang baru.

Kemudian di acara Super Camp ini pun tentu aku mendapat banyak pengalaman baru yang sebelumnya belum pernah ku dapatkan. Berbagai ilmu ku gapai dan berharap suatu hari akan sangat bermanfaat untukku ataupun orang lain.

Mulai dari ilmu sosial, ilmu Public Speaking, ilmu Marketing, ilmu tentang sikap orang sukses, ilmu bertahan hidup dengan berjualan bermodalkan mulut dan niat yang jelas sekalipun di tempat yang sama sekali tidak kamu kenal, lalu ilmu Mentoring dan berbagai ilmu lainnya ketika Super Camp.

Tak sampai disitu, sungguh aku sangat bersyukur atas pertemuanku dengan Yatim Mandiri. Ketika itu pembimbing cabang Yatim Mandiri Depok menawarkan untuk kuliah di MEC baik itu di Semarang maupun di Surabaya. Kakak cabang bertanya tentang kesediaan aku lewat mamah ku.

Ikut Seleksi Masuk MEC

Aku sebagai anak pertama dari 8 bersaudara tentu akan selalu berusaha menuruti apa yang mamah inginkan, dan akupun menyatakan diri bersedia mengikuti tes untuk masuk MEC di Jakarta Timur.

Dengan tetap didampingi kakak pembimbing cabang pun aku bersama Adel pergi ke Jakarta Timur untuk tes masuk MEC.

Kami sangat antusias dan ketika di berikan sekilas Materi tentang bagaimana MEC itu, rasanya kami ingin cepat-cepat kuliah di MEC.

Materi tentang bagaimana berbisnis yang halal dan beromzet tinggi, materi tentang siapa saja lulusan MEC yang sukses dengan bisnis mereka.

Suasana di kantor tempat kami tes pun sungguh elok dilihat mata. Mulai dari sikap kekeluargaan dari mereka para pembimbing dari berbagai cabang di Jawa Barat, lalu penataan ruangan penyampaian materi pun sekilas mirip ruang rapat para direktur.

Tak sampai disitu canda tawa pun tak sungkan untuk dilontarkan. Kebetulan saat itu akupun sedikit bercanda yang membuat seisi ruangan tertawa.

Lalu ketika interview selepas mengisi tes tulis, giliranku pun datang dan dengan percaya diri aku masuk ke ruangan interview.

Mungkin aku memang sedikit takut sama om nya karena dia sangat serius menanyai ku. Dan om itu ternyata sekarang mentor ku di MEC Surabaya. Om itu kerap kali ku panggil om Roqib, beliau seorang mentor yang multi talent sekali dan yang utamanya beliau adalah tipe yang humoris.

Lanjut suasana interview yang ternyata tak seseram perkiraan ku. Lagi-lagi aku mendapat pengalaman baru, ilmu baru, dan tentu kepercayaan diri baru. Selepas interview kami pun siap-siap sholat ashar dan bersiap untuk pulang.

Tak terasa waktu berjalan dengan sangat cepat, aku sempat tes ke suatu pondok kuliah di Bogor dengan gelar S1 dipondok tersebut. Dan ternyata aku lulus dari 200 orang yang tes kesana bahkan sebagian mereka yang belum lulus adalah peserta tes dari tahun lalu.

Pengumuman dan Berangkat Ke Kampus Tercinta

pengalaman cut di mec

Kabar itupun sampai padaku, kakak pembimbing Yatim Mandiri cabang Depok memberitahu kabar gembira bahwasanya aku lulus ke MEC.

Aku dilema, berbeda dengan teman ku pada umumnya yang mengikuti tes SBMPTN aku yang pada saat itu mengikuti kata hati ingin dipondok dan mengikuti tawaran di MEC.

Akhirnya keputusan aku serahkan pada mamah dan ternyata mamah memilih untuk mengizinkan aku ke MEC Surabaya dengan Niat agar anaknya lebih mandiri karena sudah waktunya merantau dan tidak lagi meminta kiriman uang dari mamah.

Jelas mamah tetap menitipkan sejumlah uang untuk ku, untuk cadangan satu bulan lah cukup terlebih aku wanita dan mamah sangat tau bagaimana banyaknya keperluanku. Yang ternyata sesampai di Surabaya hingga detik ini tidak bisa dibuka ATM nya karena lupa kata sandi.

Dan pada saat itu bisa dibilang uang yang mamah titipkan sangat minim tapi mamah percaya anaknya selalu dijaga Allah SWT.

Tibalah saat-saat menegangkan dan sangat menyenangkan yaitu pertama kalinya aku pergi ke Surabaya meninggalkan Kota Depok tercinta dan keluarga dirumah. Diluar dugaan kami bahkan mandiri sebelum sampai MEC dikarenakan selama perjalan setengah hari tersebut kami hanya berdua.

Mamah sempat khawatir karena posisinya aku pergi hanya berdua dengan Tari mahasiswi jurusan Kuliner saat ini yang juga seorang wanita.

Tapi dengan enjoy kami yakinkan orang tua bahwa kami sudah dewasa terlebih Tari berpengalaman berpergian jadi tak perlu takut.

Sesampainya kami di kota Surabaya sungguh rasa kantuk masih menyapa kami karena saat itu masih pukul 2 malam kurang lebih. Akhirnya kami memilih naik Taksi Online dan petualangan kami pun dimulai.

Kami singgah di Alfamart dan tentu ada yang berbeda dengan Alfamart di Jakarta pada umumnya. Kemudian kamipun sampai di alamat MEC yang diberikan kakak cabang, tapi kami bingung dan memustuskan masuk dan bertanya pada orang yang sedang masak.

Ternyata itu adalah tempat Aqiqah Yatim Mandiri, lalu kami diantarkan ke MEC yang bersebrangan dengan Aqiqah Yatim Mandiri. Setelah menunggu sekian lama akhirnya datang Kakak bernama kak Nissa yang sekarang adalah Mentor kami. Sekilas beliau begitu cantik. Hhehee

Ketika sampai dikamar aku pun memilih untuk tidur karena mata ternyata sudah tidak bisa di ajak kerjasama. Hari pun dimulai dipagi hari yang cerah di Surabaya, setelah berkenalan dengan farah maka aku, tari, dan farah memutuskan untuk belanja ke pasar yang saat itu sama sekali kami tak tau dimana.

Dengan diantar grab pun kami ke pasar yang sesungguhnya sempat nyasar juga tuhh grab nya. Lalu tanpa kami rencanakan pun kami pulang dari berbelanja dengan berjalan kaki. Aku menurut dan mereka pun terlihat tangguh berjalan dari sebuah pasar sampai MEC dan kami juga sempat singgah di tempat Nyoklat dulu. Saat ini pasar tersebut disebut pasar Karah.

Keluarga Baru

Lanjut kami pun mulai terbiasa dengan MEC Surabaya dan menurut ku tempat ini lebih Elit daripada Pondok ku. Dan pengalaman paling berkesan adalah CCTV yang baru kutemukan disini. Lalu keesokan harinya banyak berdatangan teman-teman dari berbagai provinsi di indonesia.

Aku mulai berkenalan dengan beberapa orang yang semuanya terlihat asing bagiku, cara mereka berbicara, cara mereka menyapa sungguh berbeda-beda. Ini yang kusuka karena aku sangat menyukai hal baru.

Ketika pemeriksaan barang yang harus dibawa alhamdulillah aku lulus tanpa kendala, tapi ketika pemeriksaan baju ternyata bajuku over alias kebanyakan, akhirnya bajuku sementara disimpan oleh Mentor bukan karena pendek atau ketat tapi karena aku bawa banyak baju dan gamis. Hhehee

Seusai registerasi dokumen dan berkas penting yang harus dikumpulkan maka kamipun difoto. Sungguh saat itu aku malu karena terjatuh kesandung tas, teman baruku tertawa karena melihatku begitu cuek dan sama sekali tidak mengekspresikan sakitnya terjatuh.

Walaupun sampai biru kaki ku tapi tidak ku hiraukan dan tetap bercanda seperti semula. Tercetaklah hari dimana fotoku begitu datar tanpa ekspresi dengan wajah pucat putih. Setiap kulihat pasti aku tertawa, sungguh senang nya menertawakan muka unik ku saat itu. Hhee

Pengalaman Waktu MOPD

Lanjut seminggu MOPD, selama seminggu banyak sekali hal unik yang ku dapatkan, ilmu tentang bisnis yang ku bayangkan pun ternyata begitu menakjubkan.

Seminar yang di isi oleh orang-orang sukses yang menurutku sungguh rendah hati sangat memacu hatiku untuk menjadi seperti mereka.

Salah satu metode sukses yang masih ku garap sampai sekarang pun adalah metode sukses dari pak Arya yaitu tentang bagaimana kita investasikan uang/harta yang kita miliki menjadi berkali-kali lipat dengan bersedekah terlebih pada teman yang membutuhkan karena melihat senyum mereka rasanya senang.

Lalu dengan melihat mereka para orang sukses menyampaikan materi akupun belajar bagaimana Public Speaking yang baik.

Walau sempat terkantuk-kantuk aku dan sempat malu juga karena ketauan ngantuk dan bersandar ditembok sama teman-teman MOPD, tapi tak apa memang aku suka pengalaman baru.

Dengan sedikit menghebohkan teman-teman akupun memberanikan diri untuk sedikit introduce di depan semua ketika diberi kesempatan oleh pak nanang dan disitulah perjuanganku dimulai karena tanggung jawabku bertambah besar ketika aku mengumumkan mengenai hafalan ku.

Pengalaman Pertama Kali Kuliah

pengalaman cut di mec

Hari pertama kuliah pun sungguh menyenangkan terlebih aku merasa sedang berada ditempat orang-orang sukses. Pertama kali bertemu pak anwari kesan ku adalah seorang dosen Desain Grafis yang sangat teliti dan sensitif tentang kualitas desain, yang ternyata pengalamannya di bidang desain sudah belasan tahun.

Pak arofat adalah seorang dosen Desain Grafis yang berpengaruh juga dan sering berpergian ke luar negri karena Skill dan attitudenya. Pak sabar yang juga berpengaruh dan tentu sangat sabar dalam menghadapi kami.

Ketiga Dosen tersebut terlihat sangat menyayangi kami dengan bimbingannya selama hampir 8 bulan kamipun sekarang memiliki Skill desain yang tidak bisa diremehkan.

Aku sendiri adalah murid yang paling merasa berkembang di MEC ini karena sebelum aku di MEC dan bertemu para Dosen maka mindset ku hanya sebatas paham agama dan tak terlalu ingin tau dunia luar.

Ternyata mindsetku salah, maka aku ubah mindset ku sehingga aku harus menjadi pemuda yang berpengaruh, sukses, dan bermanfaat bagi banyak bidang maupun orang. Bukan hanya dibidang agama karena jika aku tetap membatasi diri maka kesempatanku untuk sukses hanya 0,5% karena zaman ini adalah zaman dimana orang gaptek disisihkan dari dunia.

Di MEC aku diajarkan apapun profesinya maka tak masalah yang harus kita lakukan adalah berikan yang terbaik dimanapun kita ditempatkan, walaupun Allah menjadikanku sekedar guru ngaji tapi semua kembali pada niat dan memang ketika kita berikan yang terbaik maka kita akan mendapatkan yang terbaik.

Lagi-lagi aku mendapat ilmu yang menakjubkan yang sbelumnya hanya ku kenal dengan kata hablum minaas. Di MEC aku di tuntun untuk memahami bagaimana Attitude yang baik namun benar dan tepat. Karena Attitude adalah salah satu kunci utama menuju sukses setelah komitmen dan kerja keras juga cerdas.

Attitude, Komitmen, Kerja keras plus cerdas adalah salah satu peganganku yang sampai detik ini aku lakukan. Meski masih sering labil tapi aku terus mencoba untuk mempraktekan dan Mempebaikinya sedikit demi sedikit.

Pengalaman Saat Entrepreneur

Selalu memandang bahwa pengalaman adalah guru maka aku mendapat banyak ilmu disini. Ketika entrepreneur misalnya sebelum aku punya gaji tetap sebagai guru privat tahfidz, aku melewati masa dimana aku yang jarang jalan jauh akhirnya mengerti bagaimana rasanya jadi pedagang pada umumnya.

Nabi SAW pun dahulu berdagang sampai ke Syam dengan berjalan kaki maka mengapa aku tidak bisa?. Lalu saat bedagang pun aku selalu memakai jilbab panjang dengan gamis yang agak tebal agar tertutup aurat karena aku yakin akan banyak yang melihat kami.

Selain itu pun dapat melindungi kulit ku agar tidak langsung kena sinar matahari dan asap di jalan. Sepanjang jalan aku ajak temanku untuk berdzikir agar selamat dan juga dalam hati semua ini menjadi ilmu yang bermanfaat.

Jujur saja sekali dua kali rasanya aku tak kuat tapi melihat teman-temanku yang selalu bersemangat pun aku tak tega untuk mengekspresikan capek ku dan memilih bercanda dengan kedua teman jualan ku sepanjang jalan.

Waktu itu aku diangkat menjadi Direktur kelompok dan pastinya aku yang selalu menjadi tumpuan temanku, baik ketika bertemu pelanggan bahkan tak jarang aku disebut sebagai tumbal karena dengan aku yang menawarkan dagangan orang-orang pasti membeli. Hhehee

Menjadi Guru Privat

Aku sering berdoa agar Allah menjaga aku juga Aurat dan hafalanku, maka ketika aku meminta agar auratku terjaga dari banyak orang Allah pun memberikan jalan untukku mengajar privat yang tanpa sengaja aku dapatkan ketika berjualan.

Semakin aku dapat kerja semakin aku carikan kerja untuk temanku, dan semakin juga Allah tutup aurat ku agar tak berpanas-panasan lagi entrepreneur dengan Allah menjadikan jadwal ngajar ku padat di hari sabtu dan minggu bahkan hingga ashar.

Tapi definisi entrepreneur pun tak ku abaikan, dengan sesekali berkeliling ke rumah-rumah aku tetap berjualan madu sambil mengobrol dengan banyak orang. Tentunya aku memakai sepeda agar jangkauanku lebih banyak dalam waktu singkat.

Aku sama seperti teman-temanku yaitu masih berbelit dengan fase remaja sehingga sesekalipun aku melanggar peraturan, bahkan pernah pulang jam 7 malam berdua dengan tria kami makan-makan dengan ibu dari anak yang diprivatkan tria.

Sekali lagi pengalaman tetaplah ilmu, jadi kami ambil hikmah bahwa dengan pulang telat begitu maka kami telah mengecewakan mentor Tilawati  kami dan kami pun berjanji tidak lagi pulang telat.

Pengalaman Berada di Asrama

pengalaman cut di mec

Soal sholat dan agama maka MEC adalah tempat yang sangat adil dan seimbang.

Mengapa tidak bahwa di MEC ini kami di ajarkan untuk berakhlaqul karimah pada Allah yaitu hablum minallah dengan sholat tepat waktu berjama’ah, lalu berakhlaqul karimah pada teman dengan saling menghargai pendapat dan saling berkasih sayang.

Berakhlaqul karimah pada yang lebih tua yaitu kepada Mentor yang dengan sabar merawat kami layaknya keluarga sendiri mengerti akan kami dan selalu siap mendengar keluh kesah kami padahal mereka punya masalahnya sendiri yang mereka tutupi dari kami.

Mereka semua adalah orang-orang penting yang memberikan ilmu yang berharga, mereka sabar menuntun, mereka selalu berharap yang terbaik meski kami tak jarang menyakiti mereka semisal menggibah kesalahan mereka.

Semua orang berpengaruh di MEC ini juga adalah orang yang berperan penting bagi ku terlebih mereka lah yang menurut ku membuat kesempatan sukses ku lebih terarah. Aku bersyukur pada Allah telah mengenalkan ku pada MEC dan semua orang yang ada didalamnya.

Setiap orang memiliki kesempatannya masing-masing dan aku memilih untuk menggunakan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, walau belum optimal tapi semoga seiring berjalannya waktu maka aku akan bisa lebih terampil dan lebih baik dalam menjalani pengalaman-pengalaman baru yang ku sebut ilmu.

Semoga bermanfaat sepenggal kisahku ini

Wassalamua’laikum wr.wb

Satu pemikiran pada “Pengalaman Cut di MEC | Mahasiswi Asal Depok | Desain Grafis”

Tinggalkan komentar