????? ????? ?????????????. ????????? ??????? ???? ???

Pelajaran Terbaik Dari MEC – Namanya Rofiqoh. Asal dari Semarang. Dia anak sulung. Punya 2 adik laki-laki. Ayahnya tiada ketika kelas 5 SD.

Bukan menjadi alasan untuknya berhenti bercita – cita, berusaha tetap menjadi tujuanya apapun itu.

Bercita-cita jadi guru. Seperti keinginan ayahnya. Jadi orang sukses. Lulus SMA pingin kuliah. Tetapi bingung. Tahu ibunya tidak mampu biayai kuliah. Ibunya hanya guru ngaji dan berjualan jajan anak-anak.

Suatu saat pakdenya yang punya panti asuhan datang kerumah. Bercerita kalau ada kuliah gratis satu tahun di MEC Surabaya. Kuliahnya harus berasrama. Dia pikir-pikir.

Ambil atau tidak. Bimbang mana mungkin kuliah satu tahun. Jauh lagi. Harus berpisah dengan orang tuanya. Tetapi pakdenya terus memberi motivasi. Kapan lagi ada kesempatan. Mumpung datang sekarang.

????????? ??????? ???? ???

Akhirnya dengan tekad bulat mengikuti tes seleksi di cabang Yatim Mandiri Semarang. Alhamdulillah lolos seleksi.

Selang beberapa bulan berangkat ke MEC Surabaya. Di antar budhenya. Awal di asrama dia merasa tertekan.

Maklum kegiatannya terlalu padat dan tegas. Di biasakan sholat tahajud. Sholat dhuha. Mengikuti kegiatan pendidikan. Dan aktifitas entrepeneur.

Apalagi waktu entrepeneur. Hal paling tidak dia suka. Gak biasa ngomong diminta jualan. Mempromosikan barang dagangan. Ya lakunya tidak banyak. Dapat duitnya sedikit.

Tetapi aktifitas entrepreneur membuat dia sadar arti perjuangan. Ya hidup perlu diperjuangkan. Hal itu yang membuatnya tetap bertahan.

Jaga semangat sampai pendidikan tuntas. Lulus dari MEC dapat kerja di lembaga pendidikan. Lokasinya di Gresik. Menjadi guru pendamping. Waktu itu gajinya minim. Hanya 350 ribu. Yang penting kerja, tidak nganggur.

Kerja di Gresik dijalani satu tahun. Kemudian putuskan pulang ke Semarang. Dapat kerja di lembaga pendidikan juga.

Gaji lebih kecil 200 ribu. Sebab di mulai dari awal. Gak papa tetap senang. Dekat rumah. Awalnya guru pendamping, setahun kemudian jadi guru utama.

Keinginan kuliah tetap membara. Saat jadi guru utama buka les privat dan jadi guru ngaji.

Dari hasil les sama ngaji dia kumpulkan uang untuk kuliah. Alhamdulillah kerja keras dan jerih payahnya bisa antarkan dia sarjana.

Setelah tidak terbebani biaya kuliah, menabung lagi. Bisa membeli motor dan membangun rumah sendiri.

“Hidup harus diperjuangkan. Pelajaran terbaik dari MEC,” kenangnya.

 

Tinggalkan komentar