Kunjugan Industri Prodi Teknologi Informasi ke Hirjah Online

Kunjungan Industri – Menjadi pemuda yang selalu eksis di bidang apapun memang menjadi dambaan kalangan pemuda, pasalnya dengan eksistensinya di berbagai bidang tadi akan menambah jam terbang serta mendapatkan financial yang menjanjikan.

Bayak di kalangan pemuda sekarang ini yang lebih memilih untuk berdiam diri,tidak mau untuk mencoba keluar dan mencoba menjadi orang yang eksistensinya tinggi.

Hal tersebut memang tidak lepas dari yang namanya teknologi yang semakin canggih seperti sekarang ini, dengan adanya gadget pemuda – pemuda dan bahkan diantara nya juga sudah termasuk orang tua juga ikut menjadi korban kejahatan dari teknologi.

Namun sebenarnya teknologi bisa di lawan dengan mengalahkan diri sendiri. Inilah yang dilakukan oleh Alumni dari Mandiri Entrepreneur Center yang sekarang berhasil sukses degan mengandalkan pertumbuhan teknologi.

Nah pada kesempatan kali ini Peserta didik terkhusus prodi Teknologi Informasi melakukan kunjugan Industri ke Alumni yang telah memiliki usaha berkembang, dan sekarang membuka kursus belajar Marketing Online yang biasa di kenal dengan nama Hijrah Online.

Hirjrah Online sendiri berada di Bojonegoro, berdiri di daerah pedesaan namun bisa membuat perkembangan yang luar biasa untuk desa tersebut. Berikut ini rangkuman dari Kunjungan Industri TI ke Hijrah Online.

Mengenal Owner Hijrah Online

kunjungan industri prodi TI

Hirjah Online Bojonegoro mungkin tidak asing lagi bagi sebagian warga bojonegoro, namun di balik namnaya yang melambung tinggi terdapat seorang pemuda dengan tekat kuat untuk menjadi pengusaha yang berasal dari pedesaan.

Yah namanya Haris, Alumni angkatan 07 Mandiri Entrepreneur Center prodi Desain Grafis.

Bermula dari keinginan kuat menjadi pengusaha membuat haris bekerja keras agar keinginan menjadi pengusaha bisa terwujud.

Kunjungan Industri Prodi Teknologi Informasi

kunjungan industri prodi TI

Tepat pada hari Sabtu tanggal 29 Februari Prodi Teknologi Informasi Mandiri Entrepreneur Center melakukan kunjungan Industri ke Hijrah Online Bojonegoro.

Kegiatan ini diikuti oleh 8 orang Peserta Didik Mandiri Entrepreneur Center surabaya serta bebeapa pendamping dari Manajemen dan Mentor asrama.

Berangkat tepat pukul 07:30 perjalanan yang membutuhkan waktu sekitar 4 jaman dari kota surabaya dengan senang hati karena akan belajar hal baru yang sudah menanti di bojonegoro, peserta didik sangat antusias dan semangat sekali untuk mengikuti kegiatan yang akan dilakukan selama 2 hari ini.

Perjalanan mamang cukup panjang namun tidak membuat peserta didik nge down atau bahkan tidak semangat lagi untuk mengikuti kelas dari Alumni berprestasi ini.

Tepat pada pukul 11.00 lebih sampailah kita di Bojonegoro dan harus masuk desa yang tidak jauh dari kota Bojonegoro.

Sesampainya di tempat kita disambut baik oleh Owner dari Hijrah Online dilanjut dengan perkenalan sedikit serta ngobrol santai. Setelah itu sholat dhuhur makan siang dan dilanjutkan materi pertama dari Haris.

Yah peserta didik Mandiri Entrepreneur Center terkhusus prodi ini memang sudah sangat familiar dengan marketing online. Dengan background tersebut antusias sangat terasa dengan banyak pertanyaan yang ditujukan kepada pembicara atau owner dari Hijrah Online.

Materi ini berakhir saat memasuki waktu maghrib dan setelah itu dilanjutkan dengan istirahat.

Nah tanpa diduga ada satu Alumni lagi yang datang untuk menemui peserta didik Mandiri Entrepreneur Center seorang pengusaha yang sekaran berjualan pakaian dengan offline, kombinasi satu hari yang sangat sempirna setelah mendapat ilmu tentag marketing online kita juga dapat materi marketing offline juga.

Dirrect Selling di Alun – Alun Bojonegoro

kunjungan industri prodi TI

Yah tepat di hari minggu atau hari kedua di Bojonegoro peserta didik melakukan dirrect selling atau kegiatan yang sudah sering mereka lakukan di surabaya.

Namun ada yang berbeda dari kegiatan di surabaya yaitu bentuk jualanya, biasanaya mereka menjual kerupuk dan beberapa makanan yang notabenya memiliki keuntungan yang kecil. Namun berbeda dengan kegiatan yang dilakukan di Bojonegoro.

Dengan menjual beberapa produk dari Bunda Bisa ( Program Yatim Mandiri ) serta madu produk dari Haris membuat mereka lebih tertantang lagi.

Tentunya setiap tempat mempunyai keunikan tersnediri, dan juga kesukaan tersendiri. Peserta didik baru kali pertama menjual madu dan pertama juga jualan bukan di surabaya, melainkan di tempat yang jauh dari surabaya.

Ini tantangan tersendiri buat saya, karena ini berada di tempat baru dan juga produk baru juga “  kata salah satu peserta.

Bukan hasil yang memang di berikan namun mental serta cerdas mengambil keputusan yang sebenarya di inginkan dari diadakanya kegiatan ini. “ Uang adalah bonus yang terpenting berikan yang terbaik dulu “ .

Ada yang laku dengan untuk 50 ribu ada yang laku dengan untukg 10 ribu saja, yah beda anak tentunya beda kemampuan, namun setidaknya mental pantang menyerah, mental selalu berusaha dan mental pengusahanya sudah sedikit menempel di jiwa mereka.

Tinggalkan komentar