7 Kebiasaan Peserta Didik MEC Agar Efektif

Habbits Peserta Didik MEC – ada banyak cara yang bisa kita lakukan untuk menjadi orang yang expert pada bidang suatu apapun. Bisa dengan usaha yang ekstra ditambah lagi dengan do’a.

Nah begitupun dengan pendidikan yang ada di Mandiri Entrepreneur Center. Kebiasaan – kebiasaan yang harus dijalani untuk menambah kemampuan dan menjadi pribadi yang expert pada bidang apapun itu.

Pembiasaan itu biasanya di lakukan pada saat pendidikan berlangsung, dan evaluasi serta penambahan materi tentang pembiasaan dilakukan pada saat malam hari sebelum mau tidur.

Banyak yang beranggapan atau yang mengomentari bahwasanya pembiasaan tersebut sangat berguna untuk masa depan peserta didik semua.

Adapun beberapa kebiasaan yang dilakukan peserta didik Mandiri Entrepreneur Center adalah sebagai berikut.

1. Menjadi Proaktif

proaktif

Kebiasaan yang dibangun di Kampus Kemandirian adalah menjadi proaktif.

Menjadi proaktif sendiri sangat diperlukan untuk kelangsungan hidup manusia, Seperti yang terdapat dalam buku karangan dari Dr. Stephen dijalaskan bahwasanya sifat proaktif tidak hanya dia yang berani mengabil inisiatif tetapi juga bagaimana manusia berangi bertanggung jawab atas dirinya sendiri.

Contoh seperti halnya perhal keuangan, manusia tidak boleh diam dengan masalah keuangan atau malah menyalahkan kondisi sekeliling kita.

Justru orang yang memikiki sikap proaktif adalah dia yang selalu punya solusi dari permasalahan. “Bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan pendapatan lebih dari ini”. Sifat inilah yang harus dibangun dalam diri kita.

Selain secara sudut pandang pemikiran ciri lain dari orang yang proaktif adalah bahasa yang digunakan. Seorang yang proaktif akan selalu menggunakan kata positif seperti saya mau, saya harus, saya akan, saya mampu dan lain sebagainya.

2. Punya Tujuan Yang Jelas

tujuan yang jelas

Tujuan sendiri merupakan hal yang harus dimiliki manusia. Selain menjadi penyamangat hidup tujuan juga memberikan energi positif untuk keseharian kita.

Pernahkan anda para orang tua bertanya kepada anak – anaknya?

” Besok besar mau jadi apa? ”

Atau anda bekerja menjadi marketer ditanya sama bos ?

” Berapa target penjualan anda tahun ini ? ”

Nah beberapa pertanyaan itu akan mengubah pola hidup anda.

Sejatinya orang yang mempunyai target dia akan mempunyai kekuatan positif yang muncul pada tubuhnya. Biasanya tujuan sendiri berupa imajinasi yang tidak bisa di buktikan dengan fisik namun hanya berupa pikiran semata.

Namun ketika seseorang tersebut mempunyai keinginan yang positif dan bergerak kearah itu maka tujuan yang diinginkan pun akan diperolehnya.

Intinya kita sebagai makhluk hidup harus mempunyai tujuan pribadi. Apa yang ingin didapatkan ?, apa yang ingin diraih beberapa tahun kedepan, dan setelah itu bergerak dan fokus kearah tujuan anda.

3. Prioritaskan Yang Utama

prioritaskan yang utama

Memprioritaskan sesuatu yang memang urgent dan harus dilakukan segera pasti ada dalam keseharian kita. Contohny saja dalam setiap keseharian kita bekerja.

Pernah tidak kita kebingungan menyelesaikan mana dulu yang harus diselesaikan. Bisa karena terlalu banyak pekerjaan sehingga bingung mencari yang harus diselesaikan lebih dulu.

Cara yang harus dilakukan adalah mencari dan meemilih prioritas yang harus lebih dulu dikerjakan. List semua pekerjaan yang harus dikerjakan, dan pilih mana yang harus dikerjakan segera dan mana yang bisa di tunda. Hal seperti ini mungkin sangat simple dan banyak yang tidak memperhatikan namun dengan cara ini aktivias kerja kita akan lebih efisien dan berbobot.

4. Berpikir Menang Bersama

kolaborasi untuk menang bersama

Seperti halya kita hidup di Indonesia, negara yang memang mengutamakan hidup bersosial. Berpikir menang bersama mungkin tidak asing lagi di telinga kita, apalagi untuk anda yang keseharian sudah selalu berkolaborasi dan bekerja sama.

Hal seperti ini sangat sulit untuk dilakukan dalam waktu cepat, butuh waktu lama untuk bisa menjadi pribadi yang mengutamakan kemenangan bersama.

Sering kali kita menginginkan untuk menjadi pemenang, contohnya seperti saat kita belajar di sekolah, kita dituntut untuk menjadi orang nomer satu di kelas atau bahkan di sekolah, karena sejatinya pendidikan belum sepenuhnya mengajari kita tentang bagaimana kolaborasi yang baik dan menjadi team pemenang.

Tidak semua orang memiliki karakter menang bersama, hanya ada beberapa orang yang memiliki karakter seperti : Integritas, Kedewasaan, pikiran yang berlimpah Serta solidaritas yang bagus.

5. Memahami Sebelum di Pahami

memahami sebelum dipahami

Kebiasaan yang kelima adalah memahami sebelum dipahami. Banyak sekali dari kita yang hanya ingin dipahami tanpa memhami yang lain. Ternyata seperti itu kurang tepat, sebagai makhluk sosial kita harus benar menjagai aktifitas kita kepada orang lain.

Menjadi orang yang memahami akan memperbanyak teman dan juga menghindari akan terjadinya cek cok atau perselisihan.

Namun untuk menjadi orang yang punya sifat memahami ini tidaklah gampang, perlu latihan yang ekstra dan selalu belajar untuk memahami.

Setelah kita benar – benar bisa memahami orang lain, maka yang akan terjadi pada diri kita adalah sifat rendah hati dan tidak gampang menyalahkan serta akan ada imbal balik terhadap diri kita.

6. Bersinergi

bersinergi kerjasama

Sinergi mungkin sudah tidak asing lagi ditelinga kita, kata yang sering diucapkan oleh mereka para pemimpin baik diperusahaan ataupun lainya.

Namun tahu tidak sih apa itu sinergi ? Sinergi sendiri adalah suatu aktivitas gabungan baik secara individua dengan individu maupun memanfaatkan perbedaan yang ada dan menjadikan perbedaan sebagai peluang.

Istilahnya sinergi ini mencari solusi dengan perbedaan yang ada, contoh : Ada 2 anak muda yanhg berdiskusi tentang masalah bisnis mereka, namun berakhir dengan debat dan ribut. Maka itu tidak bisa di disebut sinergi.

Contoh ke 2 : Ada 2 anak yang membahasa tentag bisnis, mereka berbeda pendapa namun dari perbedaan itu mereka menemukan solusi dari perbedaan tersebut.

7. Mengasah Kemampuan

mengasah kemampuan

Seperhi halnya gergaji, kemampuan sendiri akan tumpul jika tidak pernah di asah. Seperti halnya pendapat dari Dr. Stephen mengasah gergaji merupakan memaksimalakan kemampuan yang kita miliki dan menyeimbangkan fisik, sosial, mental dan juga spiritual.

Kemampuan akan hilang jika tidak pernah diasah, begitupun sebaliknya jika kita belum mempunyai kemampuan namun giat belajar maka kemampuan itu akan didapatkan.

Demikian tadi pembiasaan – pembiasaan yang di terapkan di Mandiri Entrepreneur Center ( MEC ). Semoga bermanfaat

Pantau terus https://diklatkemandirian.id/ akan ada pembahasan – pembahasan  menarik lainya loh.

Tinggalkan komentar