Mec Semarang Belajar Ghorib Musykilat : Bacaan Al – Qur’an

Ghorib Musykilat Mec Semarang – Pernah dengar dengan bacaan al qur’an ini ? atau mungkin baru tahu dengan bacaan ini ? Grorib sendiri merupakan bacaan asing di dalam Al – Qur’an.

Mungkin sahabat mandiri bertanya – tanya, seperti apa sih bacaan yang asing di dalam Al – Qur’an ? Perasaan sama saja deh ?

Kali ini di Asrama MEC semarang para santriwati menjemput berkah dengan belajar memperdalam bacaan ghorib musykilat bersama pengasuh Asrama Semarang. Kegiatan ini disambut antusias oleh santriwati di Mandiri Entrepreneur Semarang.

Pembelajaran Ghorib musykilat bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan bacaan” dalam al-qur’an dengan tepat dan benar. Dan sebagai pemantapan para santri dalam menghadapi ujian Munaqosyah.

Dengan penuh antusias, dan semangat belajar semua gema bacaan santri mengubah sore yang berselimut awan pekat beserta terpahan angin menghembus menjadi sore cerianya ala santri MEC Semarang.

Tak menjadi alasan untuk malas belajar dalam memperbaiki bacaan Al-Qur’an demi menjemput rahmat-Nya dan menggapai Ridho-Nya bersama-sama.

Adapun beberap isi dari belajar bacaan ghorib musykilat di MEC semarang melingkupi :

1. Saktah (ﺳﻜﺘﻪ)

saktah

Saktah adalah tanda baca yang berada di dalam kategori ghorib musykilat.

Arti dari saktah sendiri adalah berhenti sejanak tanpa bernafas. Saktah sendiri biasanya di tandai dengan huruf “SIN”atau tulisan “SAKTAH”.

DIdalam Al – Qur’an hanya ada 4 tempat yaitu :

  • Surat Al – Kahfi ayat 1 – 2 : عِوَجَاۜ  قَيِّمً۬ا
  • Surat Yasin ayat 52 : مِنْ مَرْقَدِنَا ۜ هَٰذَ
  • Surat Al – Qiyamah ayat 27 : وَقِيلَ مَنْ ۜ رَاقٍ
  • Surat Al – Mutafifin ayat 14 :  كَلَّا ۖ بَلْ ۜ رَانَ

2. Sajdah 

sajdah

Sajdah merupakaan tanda baca yang disunahkan kepada pembaca atau yang mendengarkan untuk melakukan sujud tilawah .

Adapun surah – surah dalam Al – Qur’an yang terdapat ghorib sajdah adalah :

  • Surat Al A’rof Ayat Ke 206 : ۩ إِنَّ الَّذِينَ عِنْدَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِ وَيُسَبِّحُونَهُ وَلَهُ يَسْجُدُونَ
  • Surat Ar – Ra’d Ayat Ke 15 :  ۩ وَلِلّهِ يَسْجُدُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلالُهُم بِالْغُدُوِّ وَالآصَالِ
  • Surah An – Nahl Ayat Ke 50
  • Surah Al – Isra’ Ayat Ke 109
  • Surah Maryam Ayat Ke 58
  • Surah Al – Hajj Ayat Ke 18
  • Surah Al – Hajj Ayat Ke 77
  • Surah Al – Furqon Ayat Ke 60
  • Surat An – Naml Ayat Ke 26
  • Surah As – Sajdah Ayat Ke 15
  • Surah Fussilat Ayat Ke 58
  • Surah An Najm Ayat Ke 62
  • Surah Al – Insyiqoq Ayat Ke 21
  • Surah Al – ‘Alaq Ayat Ke 19
  • Surah Sad Ayat Ke 24

3. Imalah

imalah

Imalah merupakan ghorib musykilat yang hanya ada satu di dalam Al – Qur’an, yaitu berada dalam surah Hud ayat ke 41.

Adapun contoh bacaanya adalah :

وَقَالَ ارْكَبُوا فِيهَا بِسْمِ اللَّهِ (  مَجْرَاهَا )  وَمُرْسَاهَا ۚ إِنَّ رَبِّي لَغَفُورٌ رَحِيمٌ 

Kata Majroha” dalam surah Hud ayat ke 41 dibaca tidak semestinya namun di baca berbeda yaitu “Majreha”.

4. Isymam

Isymam

Isymam merupakan bacaan ghorib yang menampakan dhomah yang terbuang dengan isyarat bibir seperti mengucapakan harokat dhomah.

Adapun bacaanya sebagai berikut :

قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ ( لَا تَأْمَنَّا) عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ

Bacaan ” La ta’manna “dibaca dengan cara di mengisyaratkan harokat dhomah pada saat berada di bacaan ghunnah. Bacaanya menjadi ” La ta’manuna ” dengan bacaan “NU” hanya di isyaratkan bukan benar – benar di baca.

5. Naql

Naql

Naql sesuai dengan namanya berarti memindahkan. Naql sendiri hanya ada 1 dalam Al – Qur’an yaitu pada surah Al Hujurat ayat ke 11 ( بِئْسَ الاِسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ) bacaan naql ( بِئْسَ الاِسْمُ ).

Naql adalah memindahkan harokat hamzah kehuruf yang sebelumnya.

Bacaan asli dalam surah Al -Hujjurat adalah “Bi’sal Ismu” namun karena ayat ini merupakan ayat yang terdapat ghorib musykilat maka cara membacanya adalah “Bi’salismu ” Dengan memindahkan harokat pada hamzah yaitu “kasroh” ke huruf “lam”.

6. Tashil

Tashil

Secara baca tashil sendiri berarti meringankan atau memudahkan.

Adapun bacaan tashil berada dalam surah Fussilat ayat ke 44 : أَأَعْجَمِيٌّ وَعَرَبِيٌّ 

Cara membaca tashil sendiri adalah dengan merngankan bacaan pada hamzah kedua dari kalimat diatas.

Nah degan pembahasan seputara ghorib diatas, diharapkan Peserta didik semakin paham dengan apa yang ada di Al – Qur’a, selain pandai membaca setelah selesai pendidikan di Mandiri Entrepreneur Center juga paham akan apa yang ada di dalam Al – Qur’an.

Pantau terus website resmi kami di : https://diklatkemandirian.id/

Berikan Kritik dan saran anda untuk kami.

Tinggalkan komentar