Cara Mengembangkan Potensi Diri Peserta Didik

Cara Mengembangkan Pontensi Diri – Sahabat budiman, apa kabar suskes kita hari ini? Semoga kita semua senantiasa mendapatkan limpahan rahmat-Nya, sehingga hari-hari kita penuh semangat, penuh warna, penuh makna.

Sahabat, budiman, tahukah Anda bahwa sebenarnya kita ini terlahir dengan sangat spesial. Tidak akan pernah ada manusia satu pun yang sama dengan diri kita.

Tapi, terkadang kita justru tidak menyadarinya bahkan tidak tahu tentang spesialnya diri kita.

Agar sahabat budiman mudah  mengenal tentang spesialnya diri Anda, berikut ada 7 pilar penting yang patut dikembangkan dalam mengembangkan potensi diri manusia.

Tujuh pilar ini kita kenal di Kampus Diklat Mandiri Entrepreneur Center dengan sebutan Building Learning Power (BLP). BLP membuat perputaran roda kehidupan kita lebih bermakna.

A. MENGEMBANGKAN PONTENSI DIRI

1. MEMBANGUN VISI HIDUP

Potensi Diri

Ibarat kita menaiki sebuah kendaraan, kita perlu tujuan kemana kita akan pergi. Begitulah hidup kita, hidup juga perlu tujuan yang harus dibangun.

Membangun Visi Hidup sama halnya membangun tujuan hidup sebagai arah kemana kita akan melangkah mengembangkan potensi diri.

Membangun Visi Hidup dapat dilakukan dengan 3 cara, yaitu bersyukur, memvisualisasikan cita-cita dan berpikir sampai ke benak.

Tiga hal tersebut tidaklah muncul dengan sendirinya, tapi memang perlu dilatih dan terus dilatih agar menjadi aktivitas di alam bawah sadar kita.

Bersyukur bisa dilatih terus bukan hanya saat kita menerima sesuatu hal yang menyenangkan. Tapi saat tidak menyenangkan pun kita harus bersyukur ikhlas menerima apa adanya, tanpa ada kedongkolan dalam hati.

Dengan kondisi yang bersyukur, kita akan mudah merancang cita-cita masa depan. Cita-cita hidup tidak cukup hanya di angan-angan saja, tapi sangat perlu divisualisasikan dengan jelas dan terukur.

Agar kita bisa dengan mudah nantinya melihat apakah sudah tercapai belum apa yang kita cita-citakan.

Agar cita-cita tersampaikan kepada-Nya Yang Maha Kuasa, maka satu-satunya jalan adalah dengan memikirkannya sampai ke benak dan dilantunkan di setiap doa-doa kita.

Apa yang menjadi pikiran kita itu menjadi kekuatan doa diri kita dalam mengembangkan potensi diri kita.

2. MEMBANGUN POLA PIKIR POSITIF

Potensi Diri

Mungkin seringkali terblesit dalam pemikiran bisa tidak ya ini tercapai atau nanti jangan-jangan hasilnya hanya tidak memuaskan. Pemikiran seperti inilah yang secara tidak sadar menjadi do’a.

Dan akhirnya hasilnya pun sesuai dengan pemikiran negatif kita yaitu tidak tercapai alias gagal.

Karena itu, agar pemikiran-pemikiran negatif kita tidak terus berkembang, maka perlu terus dilatih untuk mengantisipasinya.

Ada 3 cara untuk membangun pola pikir positif, yaitu Yakin sepenuh hati, Rileks/ slalu berpikir positif dan bertindak selaras.

Cita-cita yang sudah dirancang yakinlah sepenuh hati bahwa itu pasti akan tercapai, entah itu dalam waktu dekat atau lama.

Jika sudah sepenuhnya yakin, jagalah pikiran kita agar terus berpikir positif atas segala hal yang terjadi dalam hidup kita.

Dan bertindaklah selaras antara apa yang kita lakukan dengan apa yang kita pikirkan agar terus tergali potensi diri kita.

3. MEMBANGUN KEKUATAN AKHLAK

Potensi Diri

Akhlak ini menjadi ciri khusus kekuatan seseorang dalam mengembangkan potensi diri. Dengan akhlak yang baik secara tidak langsung apa-apa yang kita lakukan juga yang baik-baik.

Dan hasilnya pun juga pastinya yang baik-baik pula.

Untuk membangun kekuatan akhlak cukup dengan 3 poin sikap utama, yaitu tertib, peduli dan santun.

Tiga poin tersebut menjadi sikap dasar dalam segala aktivitas khususnya aktivitas yang bersinggungan dengan orang lain. Sehingga orang lain pun memberikan respon yang baik pula dalam diri kita.

Tertib bermakna melakukan sesuatu hal dengan runtut, rapi dan tertata. Kita bisa melatihnya dengan hal-hal kecil seperti tertib menata sandal, tertib datang tepat waktu, tertib dalam antrian dan masih banyak lagi yang lainnya.

Dengan tertib ini, secara tidak langsung jiwa kita akan terlatih untuk bersabar dan tidak grusa-grusu dalam melakukan suatu hal.

Peduli bermakna empati terhadap lingkungan kita. Bukan hanya kepada manusia tapi apapun segala yang ada di sekitar kita.

Misalnya, memungut sampah yang ada di depan kita, membersihkan kertas-kertas yang berserakan dan lainnya. Semakin banyak yang kita bantu semakin banyak pula nilai-nilai positif yang ada dalam diri kita.

Santun ini bermakna santun dalam perkataan, pikiran dan perbuatan. Ini sangat mudah terlihat saat kita berhubungan dengan orang di sekitar kita.

Tutur kata dan perbuatan yang santun keluar dari pikiran kita yang santun pula.

4. MEMBANGUN KETANGGUHAN

Potensi diri

Ciri sesorang yang memiliki ketangguhan besar  dalam mengembangkan potensi diri yaitu fokus dan pantang menyerah. Fokus melakukan sesuatu hal hingga tuntas.

Sedangkan pantang menyerah itu terus mencoba tanpa takut gagal.

Untuk melatih fokus dapat dilakukan dengan memanah atau bermain pinbol. Sedangankan untuk pantang menyerah dapat dilatih dengan renang atau berjalan kaki minimal 5 km.

5. MEMBANGUN KECERDASAN

Potensi Diri

Kecerdasan seseorang baru bisa dibangun jika ada proses kemauan belajar dan hadirnya hati di dalam mengembangkan potensi diri.

Jika hanya sekedar mendengar tanpa aktivitas maka kapasitas belajar itu pun tidak akan maksimal. Ada 2 hal yang dapat dilakukan untuk membangun kecerdasan, yaitu bertanya spesifik dan membuat kajian.

Membuat pertanyaan spesifik dalam belajar menjadi ciri khusus bahwa belajar itu bermakna atau tidak. Dengan membuat pertanyaan spesifik pikiran kita terlatih untuk berpikir kritis, inovasi dan terus berkembang.

Pertanyaan spesifik dapat dibuat dengan menyusun sub-sub tema apa yang ingin kita pelajari.

Membuat kajian disini maksudnya adalah berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya tentang apa yang ingin dicari.

Jika sudah mendapatkan sumber-sumber informasi maka dibuatlah sejenis rangkuman yang menjawab pertanyaan-pertanyaan spesifik yang sudah dibuatnya.

6. MEMBANGUN KECERDIKAN

Potensi Diri

Orang cerdas belum tentu cerdik. Orang cerdas belum tentu bisa mengatur strategi hidupnya. Sedangkan dalam mengembangkan potensi diri sangat diperlukan kecerdikan dalam mencapai sebuah tujuan.

Membangun kecerdikan dapat dilatih dengan 2 hal, yaitu menentukan target dan melakukan refleksi. Membuat perencanaan spesifik dan terukur sebagai sebuah strategi agar impiannya tercapai.

Kemudian dilakukan refleksi untuk melihat sejauh mana yang sudah dicapai dan mana yang belum.

7. MEMBANGUN KEMANDIRIAN

Potensi Diri

Kemandirian merupakan ciri khusus bagi seseorang yang dapat mengatur hidupnya tanpa harus bergantung orang lain. Orang yang mandiri akan lebih fleksibel dalam menghadapi tantangan yang ada.

Sehingga dia akan lebih mudah rileks dalam menjalani hidup dan sudah sangat pasti potensi dirinya berkembang.

Ada 3 cara dalam membangun kemandirian hidup, yaitu kerja mandiri, kerja bersama dan mendengar aktif. Tiga hal tersebut menjadi indikator seseorang bisa dikatakan bahwa kemandirian sudah terbangun.

Kerja mandiri maknanya adalah seseorang itu bisa menuntaskan pekerjaanya secara mandiri tanpa merepotkan orang lain. Di lain sisi, dia pun mampu bekerjasama dengan orang lain , saling membantu dan melengkapi.

Sedangkan poin terakhir tentang mendengar aktif maksudnya adalah seseorang itu memperhatikan apa yang ia dengar dan dapat menerapkan dengan baik.

Demikian sahabat budiman, rincian penjelasan 7 pilar penting membangun potensi diri manusia beserta cara-caranya.

Jika yang sudah diuraikan di atas dapat diterapkan dengan sungguh-sungguh  maka rotasi kehidupan kita akan lebih bermakna dan menjadikan hidup menjadi lebih hidup.

Tinggalkan komentar