Bertekad Sukses dan Tak Lagi Merepotkan Orang Tua

Bertekad Sukses – Heriyatin, alumni MEC Angkatan 9, Asal Bojonegoro Hidup itu kayak pesta prasmanan. Tuhan punya gawe. Kita tamu undangan. Bumi seisinya sebagai hidangan. Ya kita dipersilahkan nikmati. Ambil hidangan (rezeki). Terserah kita mau banyak atau sedikit.

Sekilas itu yang di alami Heriyatin asal dari Tuban. Anak ke 6 dari 7 bersaudara. Sejak MI kelas 6 tinggal hanya dengan ibu dan kakaknya. Orang tua cerai. Tak lama bapaknya meninggal.

Sejak saat itu semua kebutuhan yang biayai ibu dan kakaknya. Ibu hanya pedagang sayur keliling.
Lulus MA harus bisa kuliah.

Pikirannya supaya punya kesempatan lebih banyak ambil hidangan (rezeki) Tuhan. Bumi dan isinya. Tapi ibunya melarang. Gak punya biaya. Tetap ikut daftar SBMPTN. Tetapi tidak lolos.

Salah satu tetangganya kebetulan ikut program Yatim Mandiri (genius). Menyarankan kuliah di MEC. Awalnya ragu. Karna pikirnya kuliah gratis.

Tapi asrama dan makan kan bayar. Gimana? Diyakinkan tetangganya gratis semua. Akhirnya ikut tes di Yatim Mandiri Bojonegoro dan lolos.

Awal masuk MEC ya agak berat. Dari Tuban ke Surabaya. Nangis terus. Jauh dari orang tua. Selama pendidikan tidak pernah dijenguk ibunya. Ya terkendala ongkos.

Tapi lama-lama tangisan jadi tawa. Setelah mendapati teman- teman yang baik dan solid. Banyak kenangan selama di asrama. Salah satunya entrepreneur.

Di mana dia dan teman-temannya ditantang mandiri. Hanya modal mulut sama badan hasilkan duit. Terpaksa komunikasi. Ambil barang dagangan orang. Di jual lagi. Pengalaman pertama kali bawa gorengan keliling Surabaya.

Malu? Pastilah. Tapi dari situ dia baru sadar betapa berat mencari uang. Membayangkan orang tua tak kenal panas hujan demi menghidupi anaknya. Merasa berdosa. Ingat minta sesuatu ke ibunya harus dituruti. Bertekad harus sukses. Jiwa pantang menyerah tertanam.

Selama di asrama banyak pelajaran. Terutama disiplin. Disiplin menjalankan ibadah maupun akademik. Dari bangun jam 3, shalat tahajud, shalat subuh, baca ma’tsurat, ngaji, diniyah, puasa senin kamis dll. Harus dikerjakan tepat waktu.

Lulus MEC sempat kerja di Yatim Mandiri Bojonegoro. Sebagai Zisco. Melayani donatur. Pakai sepeda ontel boncengan sama sahabat sejatinya Hidayatun Nikmah.

Selalu berangan-angan kapan punya sepeda motor. Kan enak mobilitas bisa jauh. Dijalani 3 bulan kerja di Yatim Mandiri Bojonegoro.

Pingin punya pengalaman baru balik ke Surabaya. Kerja di koperasi SD Al-falah Surabaya. Di jalani selama 7 bulan. Keluar karena disuruh pulang ibunya.

Diminta bantu kakak jualan bakso. Setelah itu kerja lagi di PT 689 Lamongan sebagai Tally selama 2 tahun. Dari hasil kerja kerasnya, alhamdulillah bisa bantu keluarga. Beli sepeda motor baru. Angan-angan punya motor terkabul.

bertekad sukses
Karena jarak terlalu jauh akhirnya pindah di PT. SSA Tuban. Dijalani selama 1 tahun. Dia berhenti untuk menikah. Sama suami gak boleh kerja.

Kalau buka usaha boleh. Ilmu entrepreneur dari MEC di aplikasikan. Sekarang buka toko kecil-kecilan. Punya onlineshop tembakau, kosmetik dll.

Tinggalkan komentar