Amal Shalih Berlipat Manfaat

Amal Shalih – Sungguh beruntung menjadi orang saleh, yaitu orang yang selalu berbuat kebaikan, rajin ibadah, dan menebar manfaat bagi orang lain dan lingkungannya.

Betapa tidak, selain dicintai Allah SWT dan para malaikatNya, setiap waktu salat, jutaan umat Islam senantiasa menyebut dan mendoakannya.

Orang yang beramal saleh secara tegas juga dinyatakan sebagai orang yang tidak akan merugi dalam hidupnya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.

“Demi masa. Sungguh, manusia berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan serta saling menasehati untuk kebenaran dan saling menasehati untuk kesabaran.” (QS. al-‘Ashr:1-3)

Amal saleh adalah perbuatan baik, yang merupakan buah dari iman. Dengan kata lain, amal saleh merupakan cerminan iman.

Dalam risalah Islam, amal saleh adalah perbuatan baik menurut standar nilai Islam, yang mendatangkan manfaat baik bagi dirinya maupun bagi orang lain.

Jenis-jenis Amal Saleh

Dalam sebuah hadits, seperti dikutip Ziauddin Sardar dalam Mengenal Islam for Beginner (1997), dinyatakan

yang termasuk amal saleh, selain melaksanakan Rukun Iman dan Rukun Islam (Ibadah Mahdhah), yaitu: mendamaikan dua orang yang berselisih secara adil, ucapan yang baik, menyingkirkan rintangan di jalan, dan tersenyum kepada sesama.

Jika dijabarkan, tentu saja perihal di atas bermakna luas, tidak saja berarti secara harfiyah demikian.

Hal pertama dapat pula berarti menegakkan ukhuwah antar sesama manusia, baik terhadap sesama Muslim maupun non-Muslim.

Dapat berarti pula cinta damai atau hatinya selalu cenderung untuk menegakkan perdamaian dan keharmonisan hidup.

Hal kedua dapat pula bemakna menegakkan prinsip tolong menolong dalam kebaikan. Gemar menolong orang yang sedang berada dalam kesulitan.

Lalu berikutnya bisa bermakna berhati-hati dalam memfungsikan lidah (ucapan). Ia hanya berbicara yang baik-baik dan bermanfaat. menghindari fitnah, memaki atau menghina orang, termasuk menjauhi pergunjingan (membicarakan aib orang).

Selanjutnya dapat bermakna gemar membantu orang menuju tujuan atau cita-cita hidupnya. Tidak suka mempersulit urusan orang, apalagi membuat orang lain celaka. Kemudian berbuat baik terhadap sesama, membuat senang hati orang, bersikap ramahtamah.

Dunia, Ladang Amal

Dunia, Ladang Amal

Manusia hidup didunia tidak hanya sebatas melakukan ibadah saja. Tetapi secara duniawi seorang manusia harus menggunakan akal untuk memanfaatkan waktu dan kesempatan yang diberikan sehingga tidak terbuang sia sia.

Dunia adalah sarana bagi manusia menuju hidup akhirat yang kekal dan bahagia. Harapan manusia menuju kebahagiaan yang kekal di akhirat nanti bilamana setiap waktu dan kesempatan yang Allah berikan digunakan dengan sebaik-baiknya.

Rasulullah SAW bersabda, “Dunia itu sebagai sawah ladang akhirat”. Hadis tersebut mengandung maksud bahwa selama didunia hendaknya kita banyak beramal saleh.

Dalam beramal saleh kita dituntut untuk selalu mempertimbangkan keseimbangan antara kehidupan duniawi maupun ukhrawi.

Oleh karena itu, selagi kita hidup hendaknya kita senantiasa menanam amal saleh, sehingga di akhirat kelak kita dapat menuai panen dari kebajikan tersebut.

Allah sangat menyayangi orang-orang yang berbuat saleh, oleh karena itu kita sebagai umat Islam sudah seharusnya mengerjakan yang Allah senangi sehingga kelak kita akan mendapatkan surga yang merupakan seindah-indahnya tempat kembali.

Dalam sebuah hadis, Rasulullah menjelaskan bahwa apabila manusia itu sudah mati, seluruh amalannya akan terputus kecuali tiga amal saleh.

Pertama, sedekah jariyah. Yakni, memberikan harta benda untuk kepentingan umum yang dapat dimanfaatkan secara terus menerus dengan niat ikhlas semata-mata karena Allah. Sedekah dilakukan menurut kemampuan masingmasing.

Sekecil apapun sedekah itu asalkan ikhlas, Allah SWT akan memberikan pahala. Allah berfirman, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya Dia akan melihat (balasan)nya.” (QS. Al Zalzalah: 7)

Kedua adalah ilmu yang bermanfaat. Adalah ilmu yang diamalkan dan diajarkan kepada orang lain, dan lebih-lebih jika orang yang telah kita ajari tersebut mau mengamalkan dan mengajarkannya kepada orang lain.

Sebagaimana halnya menuntut ilmu dan mengamalkannya, mengajarkan ilmu juga merupakan kewajiban kaum muslim. Rasulullah SAW bersabda, “Barangsiapa dikehendaki Allah dengan baik, dia akan memberikan kefahaman (ilmu) kepadanya mengenai masalah agama.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Dan yang ketiga ialah anak saleh yang mendoakan kedua orang tuanya. Kewajiban anak kepada orang tua adalah berbakti kepada orang tuanya, berkata yang sopan dan membantu meringankan pekerjaan mereka.

Jika orang tuanya telah meninggal dunia, maka seorang anak dapat berbakti dengan mendoakan orang tuanya. Karena doa anak yang saleh merupakan salah satu amal yang pahalanya tiada terputus ketika orang tuanya telah meninggal dunia.

Anak saleh adalah anak yang taat beragama, bersungguh-sungguh dalam beribadah, dan suka berbuat baik terhadap sesama.

Hikmah Beramal Saleh

Hikmah Beramal Saleh

Dengan demikian seseorang yang mengaku beriman harus menjalankan amalan keislaman. Islam seperti bangunan yang kokoh didalam satu jiwa karena diwujudkan dalam bentuk amal saleh yang menunjukkan nilai-nilai keislaman.

Yaitu yang pertama, Allah akan mengkaruniakan kehidupan yang baik dengan cara memberikan rezeki yang halal dan baik.

Allah SWT berfirman, “Maka bagi orang-orang yang beriman dan beramal saleh, bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia.” ((QS. Al Hijr: 50)

Kedua, Allah juga akan memberikan derajat yang tinggi bagi umatnya yang beramal saleh. Allah SWT berfirman, “Tetapi barangsiapa datang kepadaNya dalam keadaan beriman, dan telah mengerjakan kebajikan, maka mereka itulah orang yang memperoleh derajat yang tinggi (mulia).” (QS. Thaha: 75)

Ketiga, sukses. Orang yang senantiasa melakukan amal saleh akan membimbingnya untuk hidup dalam kehidupan yang lebih baik.

Ketiga, keimanan dan ketakwaan diri. Salah satu bukti dari sebuah keimanan adalah sebuah amal, oleh karena itu amal adalah sebuah perwujudan dari matangnya iman dalam ketakwaannya bagi para hambanya, sehingga semakin banyak melakukan amal kebaikan maka kualitas iman dan takwanya juga akan bertambah.

Keempat, terhindar dari kegelapan. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanannya, di bawah mereka mengalir sungai-sungai di dalam syurga yang penuh kenikmatan.” (QS. Yunus: 9)

Kelima, diberi rahmat. Allah SWT berfirman, “Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh Maka Tuhan mereka memasukkan mereka ke dalam rahmat-Nya (surga). Itulah keberuntungan yang nyata.” (QS. Al-Jatsiyah: 30)

Keenam, hilangnya rasa takut dan khawatir.

Ketujuh, akan disempurnakan pahalanya.

Kedelapan, diberi ampunan. Allah SWT berfirman, “dan orangorang yang beriman dan beramal saleh, benar-benar akan Kami hapuskan dari mereka dosa-dosa mereka dan benar-benar akan Kami beri mereka balasan yang lebih baik dari apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al- Ankabut: 7)

Dan kesembilan, menjadi penghuni surga. Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Hud: 23).(*)

Tinggalkan komentar