Abd. Mu’thi, alumni MEC Angkatan V, asal Sampang Madura

Success Story – Namanya Abdul Mu’thi laki – laki yang Berasal dari desa. Gaptek sampai lulus MA, tidak mengenal dengan teknologi. Awalnya punya pikiran anak petani ya jadi petani.

Tetapi takdir membawanya berkarya di Surabaya. Itulah sosok Abd. Mu’thi Said anak ke 3 dari 4 saudara. Lahir di Sampang Madura.

Pasca lulus MA di salah satu pesantren Kecamatan Sreseh Sampang, dia mengabdi di pondok selama 1 tahun. Masa akhir ngabdi temen-temennya sudah daftar kuliah. Melalui jalur Bidikmisi atau mandiri.

Sejak ayahnya meninggal maka ibunya harus berjuang sendiri. “Nak maaf ibu tidak bisa biayai kuliah. Ibu harus mikir biaya mondok adikmu, “ kata ibunya suatu ketika. Dia jadi pesimis kuliah. Mindset anak petani ujung-ujungnya jadi petani makin tebal.

Sampai suatu saat kakak ipar bawa brosur Kampus Diklat MEC (Mandiri Entrepreneur Center). Ditawari masih mikir daftar atau tidak.

Berkat dukungan saudara yang lain akhirnya daftar. Yang unik, Kampus MEC terletak di Surabaya, namun dia ikut tes sesuai brosur yang dia terima, di Malang. Harusnya perjalanan Sampang – Surabaya, jadinya Sampang – Malang. Luar Biasa.

success story abd. Mu'thi

Singkat cerita ikut tes. Ada tes akademik, tes baca al-Qur’an dan wawancara. Saat tes ada moment dia diminta operasikan komputer. Ya kaget. Wong gaptek. Gak pernah pegang mouse dan keyboard. Ya sudah plonga plongo, kata orang Jawa.

Ketika di umumkan dia dinyatakan lolos. Bingung juga kok lolos. Mungkin sudah jalan hidup. Harus mandiri melalui MEC. Sempat berubah pikiran tidak dilanjut ke MEC. Membayangkan malu sama temen-temen di kampus. Maklum gaptek.

Motivasi kakaknya mendorongnya berangkat. Disewakan laptop untuk belajar selama sebulan.

Sedikit berat dijalani kuliah di MEC. Berasrama, tanpa pegang uang, tanpa HP. Dua bulan awal tidak betah. Pingin pulang.

Seiring waktu berjalan jadi betah di asrama. Makin mahir komputer. Makin berani tampil di depan. Berbeda dengan sebelumnya.

Di MEC kemampuan akademik makin meningkat. Pengetahuan Diniyah nambah. Karakter berubah. Jiwa-jiwa entrepreneurship ditanam.

Training dan motivasi mandiri sering dapat. Lulus MEC dapat amanah sebagai staff akademik sekaligus kepala mentor. Dijalani selama hampir 4 tahun.

Tahun ke 4 dipindah ke kantor pusat Yatim Mandiri. Saat itu dia lanjut kuliah S1 di Universitas Merdeka Surabaya. Pagi kerja Sore/malam kuliah. Semua biaya kuliah bisa mandiri tanpa bebani ortu. Bisa beli motor meski ngangsur.

Ada kisah sedih. Saat semester 8, pas kerjakan skripsi, ibunya meninggal. Ketika wisuda S1 hanya saudara yang mendampingi. “Sarjana ini saya persembahkan untuk ibu. Beliau yang memotivasi dan menjadikan saya kuat,” ungkapnya.

success story abd. Mu'thi

Sekarang dia mendapat amanah di kantor pusat Yatim Mandiri. Sebagai penanggungjawab Program Pengembangan Al-Qur’an Nasional. “Enaknya bisa keliling Indonesia pak,” katanya.

Tidak ada usaha yang berakhir mengecewakan. Semua bisa berhasil, semua bisa menjadi apa yang di inginkan yang terpenting adalah bagaimana usaha dan ikhiar yang dijalakukan.

Tinggalkan komentar